Pancasila dan Nasionalisme Indonesia (6)

Agama Negara, Negara Agama dan Negara Sekuler (3)

Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Orang-orang harus ekstra hati-hati karena salah sedikit terjebak dalam perangkap isu Sara yang selalu dibayangi dengan akronim menakutkan, seperti subversif, fundamentalisme, komando jihad, ekstrim kanan, black list.

Juga berbagai ancaman lainnya dari Kopkamtib, suatu institusi yang mempunyai kewenangan besar untuk menangkap orang tanpa melalui proses hukum normal.

Berita Terkait : Agama Negara, Negara Agama, dan Negara Sekuler (2)

Negara agama ialah negara yang menjadikan salah satu agama sebagai hukum dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Misalnya di beberapa ne gara Islam, seperti Saudi Arabia, Kuwait, Syiria, Yordania, Emirat arab, Marocco, Brunei Darussalam, Republik Islam Iran, Republik Islam Pakistan, dan sejumlah negara Teluk dan Afrika lainnya.

Negara-negara tersebut dengan tegas mendeklarasikan sejak awal Islam sebagai dasar negaranya, bahkan dengan tegas menyatakan negaranya sebagai negara Islam.

Berita Terkait : Nasionalisme Terbuka (2)

Walaupun sama-sama mengklaim diri sebagai negara Islam tetapi konsep makro dan mikro negara-negara tersebut tidak identik satu sama lain.

Ada yang menganut pola pemerintahan kerajaan dan ada pola pemerintahan republik yang demokratis. Bagi mereka, disebut apa saja sistem pemerintahan itu, yang penting Al-Qur’an dan Hadis tetap menjadi konstitusi tertinggi di dalam negara maka tetap dapat dikatakan sebagai negara Islam, atau istilah lebih lembutnya ”negara muslim”.

Berita Terkait : Nasionalisme Terbuka (1)

Memang ada sejumlah negara yang tidak secara eksplisit mengklaim diri sebagai negara agama tertentu, tetapi mengklaim agama tertentu sebagai agama resmi negara. ***