Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling sehat pada zamannya. Tidak pernah kelihatan sakit dan selalu bergairah. Suatu saat, Nabi ditantang seorang juara bertahan gulat tradisional Arab bernama Rukanah bin Abu Yazid. Rukanah adalah seorang pegulat professional yang memiliki tubuh tinggi besar.

Nabi menyanggupinya meskipun badannya tidak sebesar Rukanah. Rencana pertandingan diumumkan ke publik dan para penggemar gulat berkumpul di Mekah untuk menyaksikan pertandingan seru ini. Pertandingan ini dipimpin seorang wasit. Ronde pertama dan ronde kedua tidak ada yang saling mengalahkan.

Berita Terkait : Cara Nabi Memelihara Daya Tahan Tubuh (2)

Ronde ketiga, sekali Nabi berkelit Rukanah terbanting ke lantai sampai tidak bisa bangun.Wasit menghitung sampai bilangan tertentu tetapi Rukanah tidak sanggup lagi melanjutkan pertandingan.

Nabi menang KO di ronde ketiga. Tahun berikutnya diajak lagi untuk mengambil kembali sabuk kemenangannya tetapi menolak selama sabuk juara itu dipegang oleh Nabi.

Berita Terkait : Sila Pertama Untuk Menjiwai Semua Sila

Setelah itu, Nabi ditanya rahasia kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Ia menjawab, aku makan pada saat lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, membagi tiga perutnya dengan sepertiga diisi makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga udara.

Disamping itu, Nabi juga menganjurkan beberapa jenis olahraga, seperti menunggang kuda, memanah, berenang, memanjat, dan gulat. Nabi juga menganjurkan ke masjid lain jalur yang digunakan pergi dan lain jalur yang digunakan pulang, artinya olah raga pagi.

Berita Terkait : Jiwasraya Masih Kaya Raya

Nabi juga menekankan untuk menjauhi makanan haram seperti daging babi, binatang ampibi, dan burung yang menangkap mangsanya dengan cakar. Demikian pula minuman haram, seperti alkohol, dan minuman memabukkan lainnya.

Kesemuanya itu pasti menimbulkan masalah pada kesehatan tubuh. Nabi juga mengatur jam istirahat dan tidurnya. Ia pernah didatangi sababat yang menyatakan dirinya tidak pernah lagi tidur malam. Nabi menjawab kenapa melakukan itu? ***