Cara Nabi Memelihara Daya Tahan Tubuh (2)

Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Nabi juga mengatur jam istirahat dan tidurnya. Ia pernah didatangi sababat yang menyatakan dirinya tidak pernah lagi tidur malam.

Nabi menjawab kenapa melakukan itu? Sahabatnya menjawab habis waktu malamnya digunakan shalat. Nabi menegur sahabatnya dengan mengatakan, saya Nabi dan Rasul tetapi tetap memberikan hak mata saya untuk beristirahat.

Kesempatan lain seorang sahabatnya menyatakan tidak pernah lagi makan siang karena berpuasa terus menerus (daim). Nabi menanggapi dengan mengatakan saya Nabi dan Rasul tetapi tidak melakukan puasa daim. Cukup berpuasa Senin dan Kamis atau puasa Daud.

Berita Terkait : Cara Nabi Menghadapi Pandemi (2)

Kesempatan lain seorang sahabatnya yang menyatakan tidak pernah lagi berhubungan suami isteri karena terus beribadah. Nabi menegurnya dengan mengatakan saya Nabi dan Rasul tetapi tetap memberikan hak kepada isterinya. Nabi juga sangat disiplin membersihkan tubuh dengan air.

Nabi pernah bertanya kepada sahabat, apakah jika memiliki rumah di samping sungai jernih lalu mandi lima kali sehari masih tersimpan kotoran?

Dijawab sahabat tentu saja tidak. Minimum kita berwudhu sehari lima kali. Saat musim virus Corona saat ini kita diminta untuk selalu mencuci tangan, bagi umat Islam sudah selalu berwudhu minimum sehari lima kali.

Berita Terkait : Cara Nabi Memelihara Daya Tahan Tubuh (1)

Nabi juga sangat disiplin memelihara lingkungan alam. Nabi mewanti-wanti kita untuk tidak membuang kotoran ke dalam air yang mengalir atau air yang tergenang.

Nabi juga melarang menebang pohon atau merusak tanaman tanpa keperluan khusus. Nabi sangat suka menanam pohon. Nabi pernah bersabda tiada tanaman yang engkau tanam lalu dimakan binatang kesemuanya itu menjadi shadaqah bagi pemiliknya.

Nabi juga sangat senang dengan seni yang dibuktikan dengan tampilnya biduan hampir setiap tahun di rumahnya atau di masjid untuk menghibur masyarakat.

Berita Terkait : Sila Pertama Untuk Menjiwai Semua Sila

Bahkan Nabi memiliki ‘group kesenian’ yang ditampilkan saat menjemput kafilah yang datang dari luar negeri, mengantarkan prajurit pergi berperang, ada acara walimah dan ‘aqiqah.

Langkah-langkah Nabi tersebut di atas membuat Nabi selalu sehat, riang, dan gembira. Dari segi inilah Nabi selalu berpositif thinking, sebagai mana dikatakan: Pikiran yang sehat terletak pada tubuh yang sehat (Al-‘aql Al-salim fi Al-jism Al-salim).