Pandangan Paradoks Dan Perilaku Kemunafikan (1)

Menggelikan, Masjid Dicap Radikal Karena Paham Tak Sama

SHAMSI ALI

RMco.id  Rakyat Merdeka - Beberapa waktu lalu, sempat muncul gonjang-ganjing tentang radikalisme. Termasuk masjid-masjid radikal yang kemudian ramai diperbincangkan. Kebetulan saya sedang di Indonesia dan sempat menonton acara Indonesia Lawyers Club asuhan Karni Ilyas di TVOne.

Sebuah tema yang menurut saya cukup menarik di satu sisi. Tapi juga cukup menggelikan di sisi lain. Betapa tidak, isu radikalisme selalu menjadi isu panas dunia. Dari Timur Tengah ke Asia Selatan, Asia ke Afrika, hingga ke Eropa dan Amerika, pembahasan isu radikalisme selalu menarik.

Berita Terkait : Kenapa Tak Ada Christian Atau White Terrorist

Bahkan tidak jarang mendominasi headlines berita-berita nasional maupun internasional. Yang menarik adalah, sebuah kesimpulan tentang radikalisme ini diakui sebagai hasil penelitian di masjid-masjid.


Mungkin tepatnya hasil memata-matai masjid selama ini. Yang intinya menyimpulkan, ada beberapa masjid di Indonesia yang terindikasi radikal. Lucunya pula, masjid-masjid tersebut dilabel radikal karena ceramah-ceramah yang dianggap tidak sejalan dengan paham pihak-pihak tertentu.

Berita Terkait : Perusakan Atas Nama Kebaikan

Fatalnya lagi, pihak yang melakukan penelitian ini tanpa malu-malu mengaku memang berafiliasi ke pihak-pihak tertentu dalam pertarungan politik. Di sinilah dilema besar dari apa yang diakui sebagai penelitian itu.

Seringkali defenisi radikalisme diukur dengan ukuran kepentingan sempit dan sesaat. Radikalisme misalnya sering digoreng oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik. Khususnya di musim kampanye seperti saat ini.
 Selanjutnya 

RM Video