Tabloid Seksi Sarpakenoko

DR Ki Rohmad Hadiwijoyo

RMco.id  Rakyat Merdeka - Romo Semar sumringah pagi ini, mendapat penghargaan Press Card Number One (PONO) pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Minggu lalu.

Penghargaan ini menjadi pemicu untuk lebih produktif lagi menulis secara seimbang pada Kolom Wayang Politik di harian ini. Maraknya berita palsu atau hoaks menjadi tantangan insan pers untuk tetap menyajikan tulisan yang cerdas dan terukur.

Berita Terkait : Total War’ Wangsa Gorawangsa

Fenomena berita palsu bukan saja di Indonesia. Beberapa minggu lalu di Washington DC, Ibukota Amerika Serikat juga digemparkan dengan beredarnya 10.000 tabloid koran palsu menyerupai harian The Washington Post.

Isi tabloid tersebut menyebutkan kalau Presiden Trump mengundurkan diri. Berita palsu tidak berniat untuk menipu masyarakat Amerika tetapi hanya lelucon yang tidak lucu. Masyarakat Amerika tidak menanggapi secara serius tentang beredarnya berita palsu tersebut.

Berita Terkait : Arjuna Pun Salah Merapal Doa

“Beda dengan di sini, Mo. Beredarnya tabloid di masjid-masjid sampai saat ini masih menyisakan pro dan kontra yang berkepanjangan dan bahkan saling tuduh,” komentar Petruk.

Romo Semar yang sedang asyik menikmati kuliner ‘Tiwul Wonogiri’ dan kopi pahit hanya mesem. Kepulan asap rokok ting we mengingatkan Semar perilaku Sarpakenoko yang menyebarkan berita palsu di seantero kerajaan Alengka. Kocap kacarito.
 Selanjutnya 

RM Video