Enggar Dituding, Enggar Ngeles

Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

RMco.id  Rakyat Merdeka - ”Saya sampaikan di forum-forum terbuka, pecat Enggar! Itu selesai karena (dia) jadi bagian masalah impor. Rentenya luar biasa besar,” itu tudingan Faisal Basri yang amat-amat keras yang langsung diarahkan kepada Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan (Mendag).

Ditanya tanggapannya terhadap tudingan Faisal, Enggar dengan tenang menjawab: “Ngapain tanggapan itu? Proses impor bagaimana sih? Dari keputusan Rakor kan?” Menurut Mendag, semua impor pangan diputuskan oleh Rakor atau Rapat terbatas bidang ekonomi yang dipimpin oleh Menko Perekonomian, Darmin Nasution.

Berita Terkait : Trust Menghambat KTT Trump-Jong Un

Setelah diputuskan, Mendag yang mengeluarkan SK Impor, tapi yang melaksanakan impor adalah Bulog. Namun, menurut Faisal, masalah kekacauan impor pangan karena ada pejabat pemerintah yang salah urus, pejabat itu tidak lain Mendag. Enggar turut andil memuluskan impor dengan membuat Peraturan Menteri untuk kuota impor yang tinggi, tuding Faisal tanpa tedeng aling-aling.

Pertanyaannya: Menko Perekonomian mendapat masukan dari menteri siapa? Kita asumsikan Pak Darmin sejujurnya tidak paham soal beras, jagung, garam, gula dan lain-lain. Pasti ada menteri-menteri terkait yang membisiki, bahkan mempengaruhinya, sehingga akhirnya palu diketuk: Tok, tok, tok. kita impor beras sekian juta ton, jagung sekian juta ton.

Berita Terkait : ASN Kelas Dunia, Serius Atau Mimpi Doang?

Sepintas lalu, Kementerian Perdagangan itu CLEAN, hanya menjadi eksekutor putusan Rakor ekonomi yang dipimpin Darmin. Maka, kalau ada yang gugat, atau kecam, “silakan tanya Menko Perekonomian.

Kenapa salahkan saya?!” begitu kira-kira logika Pak Enggar. Menteri terkait yang paling tahu dan paling punya otoritas tentang pangan, mestinya Menteri Pertanian. Tapi Amran Sulaeman belakangan ini lebih banyak diam, daripada omong, apalagi menyerang “kebijakan impor” yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan.
 Selanjutnya