Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

RMco.id  Rakyat Merdeka - UNTUK menguak secara paripurna skandal Whitewater dan skandal seks Presiden Bill Clinton, 3 (tiga) Hakim Divisi D.C. Circuit di Washington pada 1994 menunjuk Kenneth W. Starr sebagai penyidik independen. Starr seorang pengacara Amerika kondang yang menjabat hakim wilayah Amerika Serikat dan pengacara umum AS ke-39. Untuk menjalankan tugasnya, Starr diberikan kewenangan penuh untuk memanggil siapa saja sebagai saksi, termasuk petinggi pemerintah atau petinggi hukum. Setiap saksi yang dimintai keterangan oleh Tim Starr wajib menjawab pertanyaan apa pun dari Penyidik Independen dengan sanksi penahanan manakala saksi menolak menjawab atau berbohong dalam jawabannya.

Melalui proses hukum yang amat panjang, bertele-tele dan meletihkan, namun mendapat perhatian luar biasa dari sebagian besar rakyat Amerika, Kenneth Starr berhasil menyelesaikan tugasnya dengan cemerlang. Presiden Bill Clinton pada akhirnya tidak berdaya mengeles perselingkuhannya dengan Monica Lewensky. Ia nyaris dimakzulkan oleh Senat Amerika menjelang Hari Natal 1998.

Berita Terkait : Atase Pertahanan Bukan Di Bawah Kemenhan

Saya menyaksikan tayangan Indonesia Lawyer Club (ILC) Selasa 7 Juli 2020 yang membahas kasus kontroversial yang melibatkan Djoko Tjandra, buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali pada era pemerintahan Habibie.

Siapa pun yang menyaksikan tontonan ini pasti akan geleng-geleng kepala, kesal dan marah, seraya menarik kesimpulan (sementara): (1) betapa lihainya Djoko mengibuli para penegak hukum di Republik ini sehingga ia mampu lolos dari jeratan hukum sampai hari ini; (2) keberhasilan terpidana mengibuli para petinggi hukum membuktikan rusaknya law enforcement di Indonesia, sekaligus (3) mengindikasikan adanya backing kuat dari sejumlah petinggi hukum atau petinggi pemerintah.

Berita Terkait : Ancaman Reshuffle Cuma Gertak Sambel

Jika kita retrospek dan merenung secara jujur, Djoko Tjandra selama ini bena-benar berhasil MENGENTUTI Negara kita... Kasus ini untuk kesekian kalinya membuktikan bahwa penegakan hukum di Indonesia sungguh buruk. Penegakan hukum seringkali banyak ditentukan oleh kekuasaan dan uang.
 Selanjutnya