DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kartomarmo merupakan adik Joko Pitono atau Prabu Duryudono Ratu Hastina. Pasca krisis perang Baratayuda, Pandawa terus memburu keberadaan Kartamarmo. Selain nilep miliaran kepeng, Kartamarmo dan kroni melarikan kekayaan selama perang Baratayuda berkecamuk. Pandawa terus memburu sisa pasukan Kurawa yang masih buron. Para buronon kelas kakap sangat berbahaya bagi kelangsungan regenerasi kepemimpinan Hastina. Publik Hastina tidak menyangka kalau Resi Krepa merupakan aktor di balik lolosnya Kartomarmo. 

Kocap kacarito, Perang Baratayuda adalah perang kebenaran melawan kebatilan. Kebenaran yang ditunjukkan Pandawa melawan perilaku tidak jujur Kurawa. Hampir tiga belas tahun Pandawa dizalimi dan dibuang ke tengah hutan. Giliran Pandawa meminta balik kerajaan Amarta yang menjadi hak Pandawa, Prabu Duryudono malah menantangnya perang. Dalam perang Baratayuda Kurawa mengalami kekalahan fatal. Duryudono tewas oleh senjata gada milik Bima. Namun Kartamarmo berhasil lolos dan kabur sebelum ditangkap Pandawa.

Berita Terkait : Legitnya Klepon di Saat Pandemi

Penjagaan pasukan istana kerajaan sangat ketat. Namun Kartamarmo licin banyak akal untuk bisa keluar masuk istana. Kartamarmo menyuap Resi Krepa dan Aswatama untuk bisa keluar masuk Hastina tanpa terdeteksi. Resi Krepa merupakan adik ipar Pandito Durna. Krepa memiliki hubungan baik dengan banyak pihak. Baik terhadap elite Kurawa maupun Pandawa. Jaringan pertemanan itulah yang dipakai Resi Krepa untuk membantu Kartamarmo kabur.

Dalam operasinya Resi Krepa dibantu Aswatama yang tidak lain anak Durna. Aswatama diberi tugas mengamankan kelengkapan logistik yang diperlukan Kartamarmo selama buron. Aswatama memiliki pengalaman cukup sebagai pasukan elite Kurawa. Sedikit banyak mengenal seluk beluk jalur pengamanan istana. Aswatama juga memiliki piyandel senjata ampuh yaitu pusaka Cundomanik pemberian ibunya Wilutomo. Keampuhan pusaka Cundomanik dapat masuk istana melalui terowongan bawah tanah tanpa terdeteksi radar pengamanan.

Berita Terkait : Prabowo Bisa Salip Luhut

Kartamarmo berniat masuk ke istana Hastina untuk balas dendam kepada trah Pandawa. Konon waktu yang tepat adalah saat Pandawa mengadakan syukuran atas lahirnya Parikesit. Parikesit merupakan cucu Harjuna yang lahir dari Abimanyu dan Dewi Utari. Pandawa telah sepakat mengangkat Parikesit sebagai penerus tahta kerajaan Hastina. Maka penjagaan jabang bayi Parikesit sangat ketat. 

Kartamarmo dan Aswatama berhasil memasuki istana melalui terowongan rahasia bawah tanah. Setelah masuk istana satu per satu pengawal dibunuh dengan sadis. Beberapa satria yang menjadi korban adalah Poncowolo, Drestajumpena, dan Dewi Banowati. Dewi Banowati adalah istri Duryudono. Kartamarmo sengaja membunuh Banowati karena dianggapnya sebagai kaki tangan Harjuna. Target utama adalah untuk membunuh Parikesit. Menurut perhitungan Kartamarmo, dengan membunuh Parikesit sama saja dapat mengalahkan Pandawa.

Berita Terkait : Yasonna Tunjuk Hidung KPK

Kartamarmo mengendap memasuki kamar Parikesit. Saat itu Parikesit hanya ditemani pusaka sakti Pasopati milik Harjuna yang diletakkan dekat kakinya. Begitu Kartamarmo menghunus sebilah keris terbangunlah Parikesit. Karena kaget melihat orang asing memasuki kamarnya, Parikesit menjerit dan kakinya menendang panah Pasopati. Pasopati melesat dengan cepat dan mengenai leher Kartamarmo. Kartamarmo tewas seketika dengan panah Pasopati menancap di lehernya. Aswatawata yang berada di luar kamar panik hendak melarikan diri. Namun Sasikirana anak Gatotkaca keburu menangkap Aswatama dan membunuhnya tanpa ampun.

“Drama perburuan Kartamarmo menarik untuk disimak ya, Mo,” celetuk Petruk. Romo Semar senyum kecut sambil menyimak kilas balik tertangkapnya buron kakap Hastina. Tertangkapnya Kartamarmo membuktikan keampuhan pitutur luhur. Suro diro jayaningrat lebur dening pangastuti. Kekuasaan, kewenangan dan kekuatan kalau dipakai untuk hal-hal yang tidak baik pasti akan kalah oleh keadilan itu sendiri. Yang mau mbangun dan yang mau merusak tatanan pasti akan menang yang mau mbangun. Papar Romo Semar sambil ngloyor. Oye