Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Suatu saat Nabi Muhammad SAW menyampaikan warning kepada para sahabatnya, bahwa akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan, para pendusta dibenarkan dan orang benar didustakan. Para penghianat diberi amanah sementara orang jujur dihianati.

Saat itu, Ruwaibidhah berbicara. Ditanya oleh sahabat siapakah Ruwaibidhah itu? Nabi menjawab Ruwaibidhah ialah seorang yang dungu dipercaya dan sibuk mengurusi urusan publik. (HR Ibn Majah dari Abi Hurairah).

Berita Terkait : Jangan Menghukum Sebuah Keyakinan (1)

Warning Nabi sudah sering terbukti dan mungkin masih akan terus terbukti. Manakala peringatan Nabi ini tidak diperhatikan, maka akan menjadi pertanda rusaknya sebuah umat atau generasi.

Al-Qur’an juga sudah memperingatkan kita tentang ajal sebuah umat atau sebuah rezim, sebagaimana disebutkan di dalam ayat: Tiap-tiap umat mempunyai ajal; maka apabila dating ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (Q.S. Al-A’raf/734).

Berita Terkait : Merawat Emosi Umat (3)

Al-Qur’an mengingatkan kita bahwa yang mempunyai ajal bukan hanya individu perorangan tetapi sebuah rezim, orde, perkumpulan, bangsa, negara, dan umat juga mempunyai umat. Jika suatu komunitas hendak memperpanjang usia eksistensinya, maka harus memelihara hukum-hukum sosial seperti halnya orang yang ingin memiliki hidup yang Panjang dan sehat harus merawat kesehatannya.

Ibnu Khaldun, seorang sosiolog muslim, juga pernah mengingatkan kita bahwa setiap generasi itu akan melewati empat tahapan. Ada generasi perintis, generasi pembangun, generasi penikmat, dan generasi penghacur.

Berita Terkait : Merawat Emosi Umat (2)

Generasi yang sehat ialah generasi perintis dan pembangnunnya cepat dan yang lama ialah generasi penikmatnya. Generasi penghancur mulai muncul manakala warning Nabi tersebut di atas tidak lagi diindahkan.

Para pendusta dan kaum munafik menjadi orang paling benar sementara orang yang jujur dan benar dibully dan dikriminalisasi. Lebih parah lagi jika sudah muncul generasi yang menampilkan Ruwaibidhah, orang yang tidak memiliki kemampuan dan keahlian apa-apa tiba-tiba tampil sebagai orang yang diberi kepercayaan mengurus nasib orang banyak. ***