Agama Dan Pemberantasan Kemiskinan (2)

Sudut Pandang Islam

SHAMSI ALI
SHAMSI ALI

RMco.id  Rakyat Merdeka - Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa: “Ya Allah jagalah kami dari kekafiran dan kefakiran”. Sekali lagi penyebutan keduanya secara bersamaan tentu bukan tidak punya makna.

Orang yang sedang dalam kemiskinan, rentan kehilangan akal sehat. Bahkan rasa kemanusiaannya (common sense) sekaligus. Saat itulah orang tersebut akan berkarakter kufur. Baik pada karakter jiwa (iman) maupun lahir (pernyataan dan perilaku).

Realita inilah yang kemudian digambarkan oleh Allah dalam Al-Quran di sebuah surah yang dikenal dengan Surah Al-Quraisy. Surah Al-Quraisy yang berbicara tentang Mekah yang saat itu menjadi poros transaksi bisnis (Yaman dan Suriah).

Berita Terkait : Manusia Makin Rakus, Kasih Sayang Jadi Minim Bahkan Hilang

Di musim panas para penduduk Quraish melakukan perdagangan ke Suriah. Dan di musim dingin mereka melakukan perjalanan dagang ke Yaman. Bukan isu dagangnya yang ingin saya bahas.

Justru yang ingin saya garis bawahi adalah firman Allah di ayat terakhir surah tersebut: “Dialah (Allah) yang memberi makan dari kelaparan dan keamanan dari rasa takut”.

Penyebutan keduanya secara bersamaan menggambarkan betapa “kelaparan” (kemiskinan) itu berkaitan erat dengan ketidakamanan (ketakutan). Artinya ketidakamanan dunia kita, karena teror misalnya, dikarenakan salah satunya karena kemiskinan yang masif.

Berita Terkait : Menuju Komitmen 2030

Ini pulalah salah satu arti dari pernyataan, bahwa kemiskinan mengantarkan kepada kekufuran. Bahwa kalau orang itu tidak kafir secara hati (iman) boleh jadi dia akan kafir dalam karakter. Menjadi teroris misalnya.

Partisipasi pembangunan pondok pesantren di Amerika: www. nusantaraboardingschool. com (klik support). Atau Rekening Indonesia: Rek rupiah : 1240-00-00-18185 An. Inka Nusantara Madani (Bank Mandiri) [Bersambung]

Imam Shamsi Ali : Santri para ulama, Presiden Nusantara Foundation, Imam Islamic Center New York, Direktur Jamaica Muslim Center New York, Pendiri Pondok Pesantren Di AS, dan Diaspora Indonesia di Kota New York.