Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Al-Qur’an tidak hanya mengatur etika antar umat manusia, tetapi internal manusia pun juga ada etikanya. Setiap orang tidak dibenarkan mendhalimi dirinya sendiri. Al-Qur’an menegaskan: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al-Baqarah/2:195). 

Dalam beribadah pun Allah SWT melarang hambanya melampaui batas sebagaimana ditegaskan dalam ayat: “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.” (Q.S. An- Nisa/4:171).

Baca Juga : Gerebek Apartemen di Bogor, BP2MI Amankan 19 Calon PMI Ilegal

 “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (Q.S. Al-Maidah/5:78). 

Suatu ketika Rasulullah didatangi seorang sahabat Nabi dengan mengatakan, Alhamdulillah saya sudah lama tidak lagi makan siang. Ra-sulullah bertanya kenapa? Maka ia menjawab karena berpuasa sepanjang hari. 

Baca Juga : Kemenhub Siapkan 6 Kapal Angkut Hewan Kurban

Rasulullah bukannya memberikan apresiasi positif tetapi marah dengan mengatakan, aku Nabi tetapi masih memberi hak terhadap anggota badan untuk makan. Dalam hadis lain Rasulullah meminta sahabat-sahabatnya cukup dengan puasa Daud atau puasa Senin-Kamis. 

Tidak lama kemudian datang lagi seorang sahabat kepadanya dan menyampaikan kepada Rasulullah, Alhamdulillah, sudah lama saya tidak tidur malam. Rasulullah bertanya kenapa? Sahabat itu menjawab, malam-malam aku gunakan shalat sepanjang malam. 

Baca Juga : Pemprov Jabar Godok Aturan Wajib Pakai Masker Di Ruang Publik

Rasulullah menjawab dengan agak kesal dengan mengatakan, saya ini Nabi tetapi tetap memberikan hak-hak badan saya untuk tidur. Sahabat lain datang lagi menyampaikan kepada Rasulullah kalau dirinya sudah tidak pernah lagi berhubungan suami-istri. 
 Selanjutnya