Agama Dan Pemberantasan Kemiskinan (5)

Mayoritas Orang Miskin Adalah Pekerja Keras

SHAMSI ALI
SHAMSI ALI

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam upaya mengatasi kemiskinan istilah yang biasa digunakan oleh PBB dan dunia internasional adalah “eradication of poverty”. Atau menghapus kemiskinan.

Kata lain yang biasa dipakai adalah “alleviation of poverty”. Atau mengurangi dan juga mengarah kepada “menghapuskan” kemiskinan. Bisakah kemiskinan dihapuskan? Dapatkah kemiskinan diakhiri?

Berita Terkait : Rasionalisasi Realita Kehidupan

Jawabannya, jika kemiskinan didefinisikan secara materi semata, maka kemiskinan tidak akan pernah diakhiri atau dihapus. Kemiskinan adalah bagian sunnatullah (hukum Allah) dalam kehidupan.

Bahwa selama dunia masih ada, akan ada yang miskin dan ada yang kaya. Kaya dan miskin ini dibentuk (designed) secara khusus agar terjadi “keserasian” hidup kolektif manusia.

Berita Terkait : Man-Made Disasters Dan Mismanagement

Serasi yang dimaksud adalah agar hidup manusia dapat berjalan dan saling melengkapi. Sederhananya, bayangkan jika semua manusia kaya. Siapa yang akan jadi sopir? Siapa yang akan jadi tukang kebun? Siapa yang akan jadi tukang bersih dan sampah dan seterusnya?

Barangkali dunia akan merana semerawut justru karena semua manusia telah cukup dan merasa tidak lagi membutuhkan siapa-siapa dalam hidupnya. Kehidupan sosial bangkrut, menjadikan manusia hidup secara “nafsi-nafsi”.

Berita Terkait : Manusia Makin Rakus, Kasih Sayang Jadi Minim Bahkan Hilang

Kita boleh saja menuduh mereka yang miskin karena malas. Bahkan mungkin saja ada yang menuduh Allah yang menghendaki. Tapi apakah demikian? Jawabannya, boleh iya. Boleh tidak. Ada yang miskin karena malas.
 Selanjutnya