Agama Dan Pemberantasan Kemiskinan (6)

Rasionalisasi Realita Kehidupan

SHAMSI ALI
SHAMSI ALI

RMco.id  Rakyat Merdeka - Maka kata “pemberantasan” kemiskinan bukan berarti mengkayakan semua manusia. Tapi lebih berarti “rasionalisasi” realita kehidupan. Makna rasionalisasi adalah menjadikan kehidupan bisa diterima secara akal sehat.

Ada orang yang memiliki kurang dari kebutuhannya. Tapi dalam hidupnya dia tidak miskin. Hal ini karena dia tidak perlu merasa hina dan dihinakan karena posisi materinya.

Berita Terkait : Kejujuran Beragama Terlihat Dalam Kebaikan Sosial

Tapi yang justru dia mendapatkan dukungan sosial dari lingkungannya. Itulah salah satu rahasia kenapa Rasululllah SAW di satu sisi memerangi kemiskinan bahkan dengan aksi-aksi nyata. Tapi di sisi lain meminta agar dirinya (SAW) dimasukkan ke dalam golongan orang-orang miskin.

Ketika turun perintah zakat, Rasulullah SAW tidak sekadar melihatnya sebagai kewajiban memberikan 2,5% harta kepada fakir miskin. Tapi jauh dari itu, beliau melihatnya sebagai perintah kepada umat untuk membangun basis perekonomian yang kuat.

Berita Terkait : Mayoritas Orang Miskin Adalah Pekerja Keras

Karenanya langkah pertama beliau adalah mengupayakan agar pasar yang ketika itu dimiliki oleh masyarakat Yahudi dibelinya. Dan beliau berhasil membeli pasar tersebut. Sebuah pusat aktivitas perekonomian untuk membangun fondasi perekonomian umat.

Saya tidak bermaksud berpanjang lebar untuk menjelaskan langkah-langkah apa saja yang harusnya dilakukan untuk memerangi kemiskinan. Tentunya banyak hal. Saya akan membatasi diri pada empat hal.
 Selanjutnya