Agama Dan Pemberantasan Kemiskinan (9)

Kini Kita Hidup Dalam Sistem Ekonomi Apartheid!

SHAMSI ALI

RMco.id  Rakyat Merdeka - Harusnya mereka yang diamanahi otoritas oleh Allah sadar, bahwa suatu saat nanti semua akan dipertanggungjawabkan. Semua mereka adalah “penggembala-penggembala yang akan mempertanggung jawabkan gembalaannya” (Hadits).

Umar Bin Khattab di saat menjadi Khalifah suatu saat berkata: “Kalau saja ada seekor keledai mati kelaparan di dalam daerah kekuasaanku, niscaya saya akan dimintai pertanggung jawaban di Akhirat kelak”.


Lalu bagaimana jika itu adalah hamba-hamba Tuhan dari kalangan ciptaanNya yang paling mulia? Saya mengingatkan semuanya. Bahwa isu kemiskinan (poverty) bukan sekadar makanan atau urusan perut belaka.

Berita Terkait : Sirkus Politik Internasional

Isu kemiskinan itu menjadi bagian penting dari Hak Asasi Manusia (HAM). Menjadi bagian terpenting dari kemuliaan manusia (human dignity). Dan tentunya menjadi bagian dari moralitas kemanusiaan (human morality).

Masalah kemiskinan juga menjadi isu penting dari keadilan dan kesetaraan. Bahkan pada tingkatan tertentu, kekayaan dan kemiskinan saat ini menjadi isu “rasisme” pula.


Perhatikan, betapa sebagian besar manusia dari kalangan ras dan etnis tertentu tidak saja miskin. Tapi menjadi objek kemiskinan dan pemiskinan sistem untuk memperkaya manusia dari kalangan ras dan etnis lainnya.

Berita Terkait : Ketidakjujuran Dan Kemunafikan

Maka jangan terkejut jika saya dengan berani mengatakan: saat ini kita hidup dalam sistem ekonomi apartheid. Wal-‘iyaadzu billaah!

[Partisipasi pembangunan pondok pesantren di Amerika: www.nusantaraboardingschool.com (klik support). Atau Rekening Indonesia: Rek Rupiah: 1240-00-00-18185 An. Inka Nusantara Madani (Bank Mandiri)] [Habis]


Imam Shamsi Ali : Santri para ulama, Presiden Nusantara Foundation, Imam Islamic Center New York, Direktur Jamaica Muslim Center New York, Pendiri Pondok Pesantren Di AS, dan Diaspora Indonesia di Kota New York.

RM Video