Etika Politik Dalam Al-Qur’an (36)

Pelajaran Diplomasi Publik (1) Tak Ada Kekerasan Dalam Agama

Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kita masih sering melihat dan mendengar ada orang memaksakan kehendak atas nama agama. Khusus dalam agama Islam, tidak bisa dibenarkan seseorang memaksakan kehendaknya terutama untuk mengajak orang lain beragama Islam. Allah SWT dengan tegas mengatakan: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)/Q.S. Al-Baqarah/2:256). 

Urusan keyakinan dan keimanan adalah urusan dan hak proregatif Allah SWT,  sebagaimana dikatakan dalam Al-Qur’an: Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakiNya, (Q.S. Al-Qashash/28:56). 

Berita Terkait : Belajar Etika Politik Dari Ratu Balqis (2)

Kita hanya berkewajiban menyampaikan kebenaran dan isi ajaran agama itu. Urusan diterima atau ditolak itu adalah urusan Allah SWT. 

Di dalam melaksanakan dakwah pun, kita harus menggunakan cara-cara bijaksana dan sama sekali tidak dibenarkan menggunakan cara-cara kekerasan, sebagaimana ditegaskan dalam ayat: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. 

Berita Terkait : Pelajaran Diplomasi Publik (1) Kepiawaian Diplomasi Nabi Ibrahim

Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. Al-Nahl/16:125). 

Pengalaman Nabi Nuh AS, yang berusaha memaksa anaknya untuk naik di atas perahu kebenaran yang dikendalikannya, namun Allah SWT menegur Nabi Nuh agar tidak memaksa orang walaupun itu anak kandungnya sendiri, sebagaimana dikatakan dalam ayat: Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya. 

Berita Terkait : Berkesetaraan Gender (2)

Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (Q.S. Nuh/11:45).
 Selanjutnya