Robertus, Kebebasan Yang Kebablasan

Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

RMco.id  Rakyat Merdeka - Apa yang dilakukan oleh Dr. Robertus Robert, seorang Dosen dan aktivis Hari Kamis pekan lalu memang patut masuk dalam kategori penghinaan sekaligus ujaran kebenciaan (hate speech), apa pun latar belakang tindakannya.

Ada enam alasan mengapa perbuatan Robertus bisa masuk dalam ranah penghinaan/ujaran kebencian. Pertama, Robertus dengan sengaja mengubah lirik lagu Mars ABRI dengan kata-kata yang bisa menusuk kehormatan setiap prajurit TNI.

Berita Terkait : Kasus Siti Aisyah Jangan Digoreng

Kenapa? Lirik baru ciptaan Robert jelas gamblang menggambarkan ABRI/TNI yang amat buruk, bahkan brengsek! Padahal TNI sebagai instansi tidak demikian. Sebaliknya, bakti TNI kepada rakyat sudah sangat terbukti di berbagai spektrum kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedua, Robertus menyamaratakan perbuatan oknum TNI sebagai perbuatan TNI sebagai institusi. Ini tudingan yang SANGAT FATAL! Bahwa ada oknum (oknum) TNI yang pernah melakukan tidakan kriminal dan tindakan yang menyakitkan hati rakyat, hal ini memang tidak bisa dipungkiri.

Berita Terkait : Trust Menghambat KTT Trump-Jong Un

Tapi sekali lagi, itu perbuatan oknum, bukan perbuatan institusi. Di era kebebasan dalam sistem ekonomi kapitalistis yang ganas, nyaris tidak ada profesi yang tidak terimbas oleh “arus setan” produk liberalisme dan kapitalisme ganas itu.

Ketiga, pernyataan Robertus dalam bentuk lagu/nyanyian dilakukan di depan umum/orang banyak dengan penuh kesadaran, bahkan penuh semangat. Jadi, unsur kesengajaan dalam hal ini sulit ditepis.
 Selanjutnya