Demokrasi Yang Bermoral (1)

Sirkus Politik Internasional

SHAMSI ALI
SHAMSI ALI

 Sebelumnya 
Memang banyak orang yang geleng-geleng kepala melihat ulah Presiden Amerika ini. Betapa tidak, Koalisi dan sahabat-sahabat dekatnya seperti Uni Eropa di Barat, Jepang dan Korea Selatan di Asia dibelakangi untuk merangkul pemimpin-pemimpin yang jelas selama ini dikenal berseberangan dengan Amerika.

Dengan Putin, tentu bukan barang baru. Ada kecurigaan besar yang hingga kini masih dalam penyelidikan, jika Rusia terlibat memenangkan Trump mengalahkan Hillary Clinton pada pilpres lalu.

Berita Terkait : Ketidakjujuran Dan Kemunafikan

Kini, Trump jatuh hati dengan pemimpin Korea Utama yang selama ini “disetankan” oleh Amerika. Bahkan pada zaman Bush, Korsel menjadi satu dari tiga negara yang disebutnya sebagai “Axis of Evil” (Koalisi Setan).

Dua di antaranya adalah Irak dan Iran. Bahkan yang paling menggerahkan banyak kalangan di Amerika adalah, sikap Trump yang seolah acuh dengan pembunuhan warga Amerika di Korea Utara bernama Otto Warmbier.

Berita Terkait : Kini Kita Hidup Dalam Sistem Ekonomi Apartheid!

Pembunuhan sadis itu malah dianggap biasa. Karena ambisinya untuk memperbaiki hubungan dengan pemimpin Korea Utara itu.

Persis dengan sikapnya yang acuh dengan asasinasi jurnalis berwarga negara Saudi, Jamal Kashoggy, yang diyakini atas perintah Pangeran Saudi. Hal ini tentu bertentangan dengan tradisi Amerika yang akan membela warganya di manapun. ***

Berita Terkait : Semua Amalan Ritual Berujung Pembangunan Karakter Kemanusiaan

Imam Shamsi Ali : Santri para ulama, Presiden Nusantara Foundation, Imam Islamic Center New York, Direktur Jamaica Muslim Center New York, Pendiri Pondok Pesantren Di AS, dan Diaspora Indonesia di Kota New York.