Memperkenalkan Moderasi Islam Indonesia Di Luar Negeri

Problem Migran Muslim Indonesia Di AS

Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Persoalan rumit sering dihadapi warga kita di sana adalah masalah perkawinan lintas agama. Jika anak-anak kita seorang laki-laki yang akan kawin dengan perempuan non Islam, misalnya dengan agama Kristen Protestan yang mayoritas di AS.

Mungkin tidak terlalu berat karena ada pendapat ulama yang membolehkannya, yang jadi masalah jika anak-anak perempuan kita yang beragama Islam akan kawin dengan laki-laki non Islam.

Berita Terkait : Islam Dan Hollywood (1)

Banyak komunitas migran muslimah terpaksa menjalin perkawinan dengan laki-laki non muslim, karena laki-laki muslim jumlahnya terbatas dan mereka pun lebih banyak memilih kawin dengan perempuan non muslim.

Problem seperti ini tidak sedikit melahirkan keretakan rumah tangga karena kedua orang tuanya tidak merestui perkawinan anak perempuannya yang berlainan agama.

Berita Terkait : Keagamaan Migran Muslim Indonesia Di AS

Namun demikian ada di antara mereka pada akhirnya menerima kembali anak-anaknya karena tidak tega membiarkan anaknya membentuk keluarga di luar bimbingan orang tuanya. Masalah lain yang sering dikeluhkan ialah “krisis keindonesiaan” anak-anak kita yang sedang belajar atau bekerja di AS.

Tidak sedikit jumlahnya anak-anak Indonesia di AS hanya mukanya mirip Indonesia tetapi isi kepala dan perilakunya sudah tidak tercermin lagi keindonesiaan. Mereka larut menjadi orang Amerika murni (Americanized).

Berita Terkait : Pelajaran Diplomasi Publik (16) Menyembuyikan Rasa Dengki

Yang lainnya mungkin karena wawasan keislaman di tanah air sangat lemah kemudian ia mulai belajar agama Islam di AS. Guru agama mereka kebanyakan dari orang-orang Arab atau Middle Eastern teachers, yang sangat berorientasi Timur Tengah.

Akibatnya, mereka menganggap Islam paling benar ialah apa yang ia fahami. Islam yang ada di Indonesia dinilainya syinkretik, penuh dengan bid’ah, dan samasekali menolak apa yang disebut denga Islam Nusantara.
 Selanjutnya