Perang Propaganda Semakin Panas

Prof. Tjipta Lesmana

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemilu 12 hari lagi. Bagi kontestan, apalagi capres dan cawapres, ini moment yang sangat menegangkan, dan sangat stressfull.

Dalam tempo 12 hari lagi, nasib Anda ditentukan: terpental sebagai capres/cawapres atau Anda bakal jadi penghuni Istana (lagi). Anda bakal duduk di kursi Senayan yang empuk, atau buyar impian Anda.

Jika kalah, bersiaplah bayar utang, pusing tujuh keliling, bahkan mungkin saja kena stroke. Ya, permainan politik itu keras, disamping (adakalanya) sadis.

Berita Terkait : Membangkitkan Rasa Takut Dan Mengancam, Efektifkah?

Tidak heran tidak sedikit pemain politik menggunakan segala cara untuk memenangkan pertempuran.

Salah satu cara/ taktik yang dimainkan dalam perpolitikan adalah meramu secara cantik, lalu melempar propaganda dan perang urat saraf alias psywar ke arah lawan.

Propaganda beda dengan perang urat saraf (psywar). Perang urat saraf bertujuan untuk melemaskan saraf atau jantung lawan, sehingga lawan loyo, kehilangan konsentrasi, nafsu makan pun drop.

Berita Terkait : Selamat Nyoblos, Bung!

Atau untuk menjungkir-balikkan belief (kepercayaan) lawan tentang hal-hal penting, sehingga rakyat berbelok arah: dari mendukung kubu A berbelok ke kubu B.

Pada Perang Dunia II, misalnya, pihak Sekutu konsentrasi pasukan Nazi dengan selebaran dari udara. Isi selebaran mempertanyakan buat apa kalian jauh-jauh berperang di negara asing.

Apakah Anda tidak sadar ketika Anda diterjunkan di negara asing dengan tujuan yang tidak jelas, isteri atau kekasih Anda sedang berpelukan/selingkuh dengan Komandan Anda di kampungnya?

Berita Terkait : Masalah Inti Konflik Keras Kedua Kubu

“Pikirkanlah anak dan isteri Anda di kampung yang begitu jauh sementara nyawa Anda tidak menentu!” Menjelang Pemilu yang tinggal 12 hari ini, perang propaganda dan psywar antar 2 kubu semakin intensif dan semakin panas.

Konten propaganda/ psywar pun makin gila-gilaan, sehingga membuat publik geleng-geleng kepala, dan tidak lagi bisa menbedakan mana informasi yang benar dan mana yang palsu bahkan hanya fabrikasi pihak tertentu.
 Selanjutnya 

RM Video