Trend Islam di AS (7)

Keagamaan Migran Muslim Indonesia Di AS

Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Keagamaan umat Islam atau migran muslim Indonesia di AS selama decade terakhir ini menarik untuk dikaji.

Sudah ada 3 lapis generasi muslim Indonesia di AS. Pertama, yaitu generasi yang sudah berumur 60 tahunan ke atas. Mereka inilah yang pertama kali mengadu nasib di negeri Paman Sam ini, kemudian mendatangkan isteri dan anak-anaknya di AS.

Kedua, generasi separuh baya usia 40 tahunan yang dulu dibawa oleh orang tuanya ketika masih kecil. Ketiga, generasi yang lahir di AS. Ketiga jenis generasi ini masing-masing memiliki sosiologinya sendiri.

Berita Terkait : In God We Trust

Generasi awal sudah banyak yang meninggal di AS. Mereka meninggalkan rumah dan usaha kemudian diwariskan ke putra-putrinya. Merekalah yang merintis jalan usaha dan pendekatan kepada pemerintah dan masyarakat AS.

Mereka berbekal kejujuran dan disiplin kerja sehingga mereka diterimah di dalam masyarakat. Mereka masih memiliki banyak kelonggaran karena masalah imigrasi belum banyak bahkan kehadirannya dirasakan mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat AS.


Mereka mau mengerjakan apa saja, termasuk pekerjaan kasar yang tidak diminati masyarakat AS. Masalah yang sering dihadapi generasi awal ini ialah beban ganda.

Berita Terkait : E-Pluribus Unum

Di satu sisi mereka harus loyal terhadap negara dan pemerintah, tetapi pada sisi lain mereka juga harus respek terhadap tradisi dan nilai-nilai spiritual keagamaan negara asalnya.

Lingkungan pacu kehidupannya begitu rasional dan modern sementara tradisi dan nilai-nilai keagamaannya dirasakan terlalu normatif dan doctrinal.

Dalam lingkungan sekolah anak-anak mereka tidak pernah mendapatkan pendidikan agama sementara mereka yakin bahwa nilai-nilai keagamaan itu harus ditanamkan sejak dini.

Berita Terkait : Pengaruh Islam Dalam Piagam Deklarasi AS

Upaya mengatasi persoalan seperti ini mereka selalu mendapatkan perhatian khusus dari kalangan tokoh senior mereka. Cara umum yang biasa dilakukan ialah membentuk forum komunitas masyarakat berdasarkan cirri-ciri khas keindonesiaan.
 Selanjutnya 

RM Video