Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Hasil penelitian Pew Research Center menemukan bahwa pemeluk Islam diperkirakan meningkat 70 persen dari 1,8 miliar pada 2015 menjadi tiga miliar pada 2050.  Hal senada juga pernah dinyatakan oleh Menlu dan Cawapres AS, Hillary Clinton, ketika berkunjung di Indonesia menyatakan ”Islam is fastest growing religion USA”. 

Berita Terkait : Mengenal Ormas Islam di AS: American Muslim Council (AMC)

Hal senada juga pernah dibayangkan oleh Prof. John L. Esposito, Director of Center for Muslim-Critian Understanding, CMCU, Georgetown University. Menurut Michael Lipka, Editor senior Pew Research Center, USA, ada dua faktor utama yang berpengaruh pada pertumbuhan agama Islam di AS.

Berita Terkait : Islam Sebagai Agama Publik Di AS

Pertama, umat Islam memiliki lebih banyak anak daripada anggota kelompok agama lainnya. Penelitiannya menemukan di seluruh dunia, setiap perempuan Muslim memiliki rata-rata 2,9 anak, dibandingkan dengan 2,2 untuk semua kelompok agama lainnya. 

Berita Terkait : Muslim Amerika: Komunitas Profesional

Kedua, umat Islam merupakan kelompok agama termuda. Angka ini menunjukkan adanya banyak pemeluk agama Islam berusia muda dibandingkan agama-agama besar lain. Ia menemukan usia pemeluk agama Islam 24 tahun pada 2015, berarti tujuh tahun lebih muda dari usia rata-rata nonMuslim.”
 Selanjutnya