Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Interfaith Youth Core (IFYC) adalah sebuah organisasi nirlaba yang berpusat di Chicago, AS. Organisasi ini didirikan tahun 2007 oleh salah seorang pendirinya ialah Eboo Patel. Misi organisasi ini ialah mewujudkan berbagai kegiatan interfaith di kalangan para pemuda. Agama apapun dan etnik mana pun boleh bergabung dengan IFYC asal sesuai dengan visi dan misi organisasi ini.

Ternyata meskipun usianya masih relative muda tetapi IFYC sudah menorehkan sejumlah prestasi yang luar biasa. Para aktifis organisasi ini sudah berjumlah 30 orang tenaga full timer dan sudah mengumpulakn modal tidak kurang $4 million. Members yang menggunakan jasa IFYC sudah sangat luas dan data terakhir sudah melampau 200 kampus.

Wilayah operasional IFYC bukan hanya di AS tetapi sudah menjadi International trend issues di sejumlah negara. Bahkan cikal bakal IFYC sudah dilaunching sejak tahun 1999 di Cape Town Afrika Selatan, saat terselenggaranya Parliament of the World’s Religions.

Berita Terkait : Mengenal Ormas Islam Di AS: Cordoba Inisiative (CI)

IFYC pernah mendapatkan suntikan dana dari from the Ford Foundation sebanyak $35,000. Simpati dari berbagai sponsor juga mengalir ke organisasi ini kar- ena program-programnya sangat konstruktif, terutama memberikan bantuan kepada para pemuda yang berprestasi tetapi tidak memiliki cukp dana untuk mengembangkan bakat dan prestasinya.

Yang menarik ialah IFYC dikendalikan oleh anak-anak muda dengan sistem manajmen modern. Wajar jika organisasi ini mendapatkan kepercayaan kepada sponsor pemerintah dan swasta di AS. Hal menarik lainnya sekaligus mengembangkan kesadaran beragama terhadap kaum muda di samping pengembangan profesiionalisme.

Tentu saja pemerintah AS mendukungnya karena manfaat ganda dari pembinaan organisasi ini sekaligus mempererat hubungan antar warga AS melalui pendekatan bahasa agama. Tokoh-tokoh agama yang terlibat di dalamnya hampir semua agama dan kepercayaan di AS.

Berita Terkait : Mengenal Ormas Islam di AS: The American Islamic Congress (AIC)

Rasa sosial keagamaan yang dibangun melalui IFYC ini sangat mengesankan bagi para tokoh lintas agama. Mungkin para orang tua mereka pernah terlibat pertikaian bahkan pertempuran secara fisik tetapi tiba-tiba anak-anak mereka kompak di dalam sebuah wadah yang konstruktif.

Sebut saja sebagai contoh, para imigran dari Palestina dan Israel di AS, yang dinegerinya pernah perang tetapi anak-anak mereka menyatu di dalam sebuah wadah yang sama. Anak-anak muda tidak terbebani beban sejarah masa lampau, yang ada dalam benak mereka bagaimana membangun masa depan bersama yang damai, tenteram, toleranns, dan rukun.

Organisasi IFYC ini juga muncul di sejumlah negara dengan nama yang berbeda meskipun semangat yang sama. Jika para orang tua yang after 40 sulit didamaikan secara permanen karena beban masa lampaunya yang sudah tenggelam di bawah alam bawah sadarnya, maka anak-anak muda yang tak punya beban sejarah masa lampau dengan muda bisa diajar berbicara tentang arti penting sebuah kerukunan dan kedamaian. Mengapa harus berkonflik kalau bisa bersatu?