Trend Islam Di AS (40)

Mengenal Ormas Islam Di AS: Cordoba Inisiative (CI)

Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Seperti organisasi Islam lainnya, Cordoba Inisiative (CI) hadir di AS untuk tujuan mulia, yaitu untuk mempromosikan perdamaian, toleransi, kesetaraan gender, dan hak-hak asasi manusia. CI didirikan pada tahun 2004 untuk mengambil semangat kebersamaan agama-agama anak cucu Nabi Ibrahim (Abrahamic Religions), yakni Agama Yahudi, Agama Nasrani, dan Agama Islam. 

Ketiga agama ini biasa juga disebut agama-agama Semit (Semitic Religions) karena memiliki latar budaya luhur yang sama atau mirip yakni budaya Semit. Dipilihnya nama Cordoba karena Kota Cordoba, Andalusia-Spanyol pernah menjadi persemaian dan kerukunan tiga agama samawi ini pada masa pemerintahan Islam di Spanyol. 

Kota Cordoba juga pernah mencatat sejarah gemilang sebagai pusat pengembangan intelektual dan peradaban Islam di Spanyol. Kota ini juga telah melahirkan banyak ilmuan muslim terkenal dan juga banyak lahir karya-karya akademik yang monumental. Banyak bangunan bersejarah di kota ini masih bertahan hingga saat ini meskipun sudah berubah fungsi. Salahsatu di antaranya ialah Masjid Cordoba yang kini menjadi gereja. 

Berita Terkait : Mengenal Ormas Islam di AS: Muslim Public Affairs Council (MPAC)


Kota Cordoba atau yang juga sering disamakan dengan kota Andalusia, benar-benar menjadi sebuah nama kota yang amat kental dengan ajaran Islam. Bahkan pernah ada yang menulis, begitu dekatnya Islam dan Cordoba-Andalusia sampai wajah, karakter, dan peradaban kota ini lebih mirip ke Timur Tengah, khususnya Arab, daripada Eropa. 

Lagu dan warna musiknya pun lebih dipengaruhi lagu-lagu dan lirik Timur Tengah daripada Eropa pada umumnya. Bangunan fisik berupa rumah dan gedung-gedung tampak sekali pengaruh Middle East-nya. Sama dengan gaya dan warna seni dan lukisan juga amat kental dipengaruhi kultur Timur Tengah dan Turki. 

CI hadir di AS untuk mengenang kembali kerjasama erat antara para pemeluk agama anak cucu Nabi Ibrahim ini di dalam menyikapi setiap persoalan. Interfaith dialog menjadi salahsatu bentuk kegiatan rutin organisasi ini. Hasil-hasilnya pun disebarkan melalui media-media ketiga kelompok agama tersebut. Kehadiran CI diharapkan dapat lebih mempererat hubungan emosional dan kultural antara ketiga agama dan sekaligus menjadi forum yang efektif untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kontemporer dengan penuh kekeluargaan. 

Berita Terkait : Mengenal Ormas Islam Di AS: The Muslim Student Association (MSA)

Pendekatan yang dilakukan CI ditiru sejumlah negara dan telah berhasil memperkecil perbedaan pendapat dan konflik yang bertema keagamaan. Di antara program CI ialah membuat Website dan join publikasi antara umat beragama di AS, merumuskan hukum-hukum yang tidak secara diametrikal berhadap-hadapan dengan agama-agama lain, yang diistilahkan dengan The Shariah Index Project


CI juga menyelesaikan sejumlah masalah konseptual dan kontekstual tentang isu Islamohobia di AS. CI mempunyai afiliasi yang amat dekat dengan ormas lainnya seperti The American Society for Muslim Advancement (ASMA) dan ormas Islam lainnya. 

Tokoh dan sekaligus pendirinya ialah Imam Feisal Abdul Rauf yang sudah dikenal sebagai tokoh interfaith di AS. Ia memiliki banyak buku yang dirujuk oleh banyak orang AS. Bersama pemerintah AS, ia sangat dekat. Ia sering dipercaya oleh pemerintah untuk menyampaikan gagasan-gagasan dan pandangan AS tentang Islam di dalam dan di luar negeri AS. 

Berita Terkait : Mengenal Ormas Islam Di AS: The Free Muslims Coalition (FMC)

Ia juga pernah berkunjung ke Indonesia. Dan bersama penulis mengunjungi beberapa tokoh-tokoh umat dan pemerintah di Indonesia. Ia sendiri sangat memberikan apresiasi terhadap moderasi Islam Indonesia dan berharap Indonesia bisa memberikan pengaruh luas yang positif kepada negara-negara lain, khususnya negara-negara muslim. ***
 

RM Video