Trend Islam Di AS (41)

Mengenal Ormas Islam Di AS: Inner-City Muslim Action Network (IMAN)

Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Inner-City Muslim Action Network (IMAN) didirikan pada tahun 1996 oleh seorang tokoh muslim terkemuka di AS yang terkenal dengan nama Rami Nashshini.

Selain Rami juga dikenal beberapa tokohnya yang lain seperti Ayat Elnoory, Asad Jafri, M. Altaf Kaiseruddin, Asad Jafri. IMAN didirikan untuk memberikan pemberdayaan dan advokasi terhadap umat Islam, terutama mereka yang tidak memiliki kemampuan ilmu pengetahun, keterampilan, dan perekonomian yang terkebelakang.

IMAN juga membantu anak-anak muslim yang sulit melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi atau keterbatasan informasi mengenai akses untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Kaum imigran muslim yang hidupnya pas-pasan karena keterbatasan keterampilan diberikan pendidikan keterampilan secara khusus.

Berita Terkait : Produk Halal Dan Kosher Di AS


Mereka membuka kursus-kursus bahasa Inggris untuk memudahkan mereka mengakses pekerjaan yang lebih baik. IMAN juga mendirikan klinik-klinik gratis atau murah untuk komunitas muslim, memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan penting umat Islam seperti fasilitas ibadah.

IMAN mendirikan sejumlah masjid dan mushalah yang sekaligus digunakan sebagai tempat untuk memberikan pendidikan basic keagamaan seperti mengaji, shalat, dan ajaran-ajaran pokok lainnya sebagai seorang muslim.

IMAN juga membantu memberikan donasi kepada anggota keluarga yang meninggal di AS. Seperti kita ketahui sangat tidak mudah meninggal di AS. Biaya pemakamannya saja sangat mahal. Jika tidak sanggup membayar biaya khusus maka akan dimakamkan bersama dengan orang-orang terlantar lainnya. Padahal seorang muslim harus dimakamkan secara Islam. Dimakamkan di pemakaman khusus setelah dikafani, dishalati, dan ditanam secara khusus menghadap ke kiblat.

Berita Terkait : US Public Diplomacy: Buka Bersama Di White House

IMAN juga membantu keluarga yang akan melangsungkan perkawinan dan perceraian. Perkawinan di dalam Islam menuntut ada syarat-syarat tertentu. Jika syarat itu tidak dipenuhi boleh jadi terjadi perzinahan abadi atau kumpul kebo. Problem sering terjadi jika seorang perempuan muslimah mau kawin tanpa muhrim, sementara wali hakim di AS tentu amat sulit.


Tugas imam dan IMAN di dalam komunitas muslim AS sangat penting untuk menyelesaikan urusan-urusan hukum keluarga muslim (al-ahwal al-syahshiyyah).

Kehadiran IMAN sangat dirasakan manfaatnya oleh komunitas muslim di AS.

Berita Terkait : 5 Mitos Tentang Muslim Amerika

Belakangan IMAN semakin berkembang. Bukan hanya mengurus masalah-masalah privat umat Islam tetapi sudah mulai memperkenalkan dan menawarkan Islam alternatif di AS. IMAN sudah pernah melakukan sejumlah fesitival. Carnaval, kesenian yang bercorak Islam di beberapa kota di AS.

IMAN juga sering melakukan perlombaan dan pertandingan olahraga yang diikuti bukan hanya umat Islam tetapi umat agama lain.


Beberapa papan nama yang menggunakan IMAN dapat ditemukan di sejumlah tempat di AS, antara lain: the IMAN/ICIC Food Pantry, IMAN Health Clinic, dan IMAN's Career Development Initiative (ICDI). Di antara yang sangat populer ialah gerakan: "Takin' It To The Streets", sebuah gerakan sosial yang berbagi dengan umat lain.***

RM Video