Trend Islam Di AS (45)

Mengenal Ormas Islam Di AS: American Muslim Women (AMW)

Nasaruddin Umar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Organisasi perempuan muslim Amerika (American Muslim Women/AMW) di AS banyak sekali. Ada organisasi yang menghimpun asal usul negara dan bangsa seperti African American Muslims dan South Asian Muslim Women, ada juga yang menghimpun profesi seperti dokter, pengacara, pengusaha, dan negara bagian di AS. 

Yang jelas organisasi perempuan muslim di Indonesia amat aktif untuk menjalin persaudaraan. Bahkan ormas-ormas Islam sebagaimana dijelaskan terdahulu banyak dimotori oleh kaum perempuan. Kepentingan secara langsung akan perlunya keberadaan wadah perempuan muslim lebih banyak diperlukan kaum perempuan.
 
Kaum imigran muslim paling bermasalah umumnya adalah kaum perempuan, yang bertanggung jawab untuk mengurus dan membina anak adalah kaum perempuan, sementara anak-anak muslim AS mengalami banyak persoalan. 

Anak-anak muslim sering mengalami kepribadian ganda (split personality) karena satu sisi ia harus mengikuti ajaran agama Islam sebagaimana didoktrinkan orang tuanya tetapi pada sisi lain harus berhadapan dengan lingkungan anak-anak AS yang kadang-kadang dirasakan sangat berbeda dengan doktrin yang dituntunkan agama dan orang tuanya. 

Berita Terkait : Mengenal Ormas Islam Di AS: The Islamic Center of America (ICA)

African American Muslims and South Asian Muslim immigrants are two of the largest ethnic Muslim groups in the U.S. Yet there are few sites in which African Americans and South Asian immigrants come together, and South Asians are often held up as a “model minority” against African Americans. However, the American ummah, or American Muslim community, stands as a unique site for interethnic solidarity in a time of increased tensions between native-born Americans and immigrants. 


Kaum perempuan juga sering bersentuhan langsung dengan perbedaan budaya, karena kaum perempuan muslim memiliki identitas fisik yang menonjol seperti penggunaan hijab (veil) dan berbagai masalah yang berhubungan dengan hukum fikih perempuan (fiq al-nisa’). 

Kaum laki-laki muslim tidak mesti menampilkan identitas khusus, laki-laki muslim juga bebas mengawini kaum perempuan mana saja, sedangkan kaum perempuan muslimah terikat dengan berbagai ketentuan khusus, misalnya tidak dibenarkan kawin dengan laki-laki yang beragama lain dan harus menggunakan hijab. 

Berita Terkait : Mengenal Ormas Islam Di AS: American Muslim Youth (AMY)

Studi etnografi mendalami perilaku kaum perempuan Muslimah banyak dilakukan di AS. Ketertarikan mereka terutama yang berhubungan dengan persoalan imigran yang digambarkan di atas. Sebuah studi ethnografi yang mempelajari perilaku perempuan Muslimah dari Afrika dan Asia Selatan di Chicago dan Atlanta mengungkapkan bagaimana repotnya menjadi seorang perempuan muslim di AS. 

Di luar rumah sering dipersalahkan dan di dalam rumah sering mengalami kekerasan, baik dari suami maupun dari anak dan orang tua. Belum lagi sulitnya mendapatkan pekerjaan jika mereka konsisten untuk menggunakan hijab. 

Upaya untuk mengatasi masalah-masalah perempuan sebagaimana disebutkan tadi mendorong kaum perempuan AS untuk aktif di dalam berbagai wadah untuk memberdayakan kaum perempuan. Bagaimana kaum perempuan bisa setara dengan kaum pria dan bagaimana perempuan Muslimah bisa seperti warga AS lainnya tanpa mendapatkan perlakuan atau diperlakukan secara khusus. ***