Keriuhan di Partai Demokrat, Benarkah Sesama Pejabat Jarang Menggelar Rapat?

Ferdinand Hutahaean : Sekjen Gerakkan Mesin Partai

Keriuhan di Partai Demokrat, Benarkah Sesama Pejabat Jarang Menggelar Rapat? Ferdinand Hutahaean : Sekjen Gerakkan Mesin Partai
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Subur Sembiring “menyerang” Sekjen PD Hinca Pandjaitan yang saat ini diamanatkan melaksanakan tugas harian DPP PD. Subur menilai, amanat yang diberikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak dijalankan dengan baik oleh Hinca. 

Pada Februari 2019, SBY memberikan mandat kepada Hinca untuk melaksanakan tugas harian DPP PD. Selain memberikan amanat kepada Hinca, SBY juga mengamanatkan Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk memimpin pemenangan Pemilu 2019. 

SBY saat itu disebut-sebut tidak bisa fokus dalam pemenangan PD pada Pemilu karena harus mendampingi istrinya, Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan melawan penyakit kanker darah di Singapura. 

Selain itu, Subur menyebut, Hinca tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Ia mengaku, Hinca tidak pernah menyampaikan arahan atau menggelar rapat bersama pejabat partai lainnya. 

Baca Juga : Virus Corona Mengancam, Indonesia Tetap Ikut All England

Berikut wawancara dengan Subur Sembiring yang ditanggapi Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Bagaimana tanggapan Anda? 
Subur itu bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa di Demokrat. Pernyataan dia itu hanya pernyataan orang yang tak paham aturan kepartaian. Subur Sembiring bukan pemilik suara dalam kongres maupun rakernas, sehingga pernyataannya itu hanya sebuah pernyataan tak berdampak apapun. Bahkan, forum yang dia sebut, tidak dikenal di DPP Demokrat. 

Subur menilai, penunjukan mandat tugas Ketua Umum SBY ke Sekjen Hinca Pandjaitan menyalahi AD/ART... 
Tidak pernah ada penunjukan mandat Ketum kepada Sekjen. Subur itu bicara tentang apa yang tidak dia ketahui. Ketum memberikan perintah kepada Sekjen untuk menggerakkan mesin partai, bukan untuk menjadi pelaksana harian ketum atau pelaksana tugas ketum. Adanya perintah menjalankan roda organisasi, menggerakkan mesin partai. 

Kepemimpinan tetap di tangan Ketua Umum? 
Iya, kepemimpinan tetap ada di tangan Ketum. Maka, kala itu Sekjen Hinca sering bolak-balik Jakarta- Singapura untuk koordinasi dengan Ketum. Subur jelas tak paham yang terjadi, sehingga pernyataannya salah. 

Baca Juga : CIMB Niaga Syariah Raup Laba Rp 1,1 T

Menggerakkan mesin partai maksudnya apa? 
Menggerakkan mesin partai, artinya mengomando daerah untuk bergerak. Itu semacam komando lisan, meneruskan perintah Ketum. Memang, salah satu fungsi Sekjen adalah meneruskan perintah Ketum ke struktur daerah. 

Kalau tupoksi Sekjen seperti itu, Subur mempertanyakan, kenapa sampai memberikan mandat ke Hinca? 
Ya, karena Subur memang tidak mengerti Demokrat. 

Bagaimana peranan Subur di DPP? 
Subur itu tidak tercatat sebagai pendiri partai. Yang saya tahu, Subur itu hanya Ketua Departemen. Seingat saya, Subur merupakan Ketua Departemen Usaha Mikro dan Pedagang Kaki Lima. Bahkan, yang bersangkutan tidak begitu aktif di DPP. 

Subur siap ditegur DPP. Apakah DPP akan memprosesnya? 
Saya pikir, sanksi berat hingga pemberhentian akan diberikan. Tapi, ini bukan domain saya, melainkan Dewan Kehormatan Partai Demokrat untuk memutuskan sanksi bagi Subur dan oknum-oknum lainnya yang menggagas KLB (Kongres Luar Biasa). Padahal, 34 DPD Demokrat menolak KLB dan menginginkan Subur dan kawan-kawan diberikan sanksi pemecatan. Kami menunggu Dewan Kehormatan bekerja sesuai mekanisme partai yang dimilikinya. 

Baca Juga : Larang Pakai Masker, Pemerintah Swiss Minta Warga Tidak Panik

Pandangan Anda? 
Secara pribadi, saya sependapat dengan 34 DPD Demokrat bahwa Subur Sembiring dan kawan-kawannya penggagas KLB, harus dipecat. Ini pelanggaran berat. 
KLB hanya gagasan tidak berdasar. Ngawur, bahkan dilandasi ketidakjujuran dan ketidakobjektifan. Partai ini baik-baik saja. Tidak seperti yang mereka sampaikan. Artinya ada ketidakjujuran di situ. 

Jika perolehan suara Demokrat yang menurun dijadikan alasan KLB? 
Perolehan suara naik turun, adalah hal biasa bagi sebuah partai. Seperti ini bukan hal aneh. Terpenting, pengurus partai solid. Maka, gagasan mereka untuk KLB tidak berdasar. Mereka juga tidak punya hak suara dalam kongres. Atas dasar apa mereka ajukan KLB. Kami juga mendapat informasi, mereka ini patut diduga diperalat oknum yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. Targetnya adalah menjual partai dan menggagalkan AHY. 

Maksud Anda, desakan KLB dari Subur dan kawan-kawan itu ada motif lain? 
Iya, informasi yang kami dapat, ada motif lain karena alasan SBY menyalahi AD/ART itu tidak benar. Masa pemikiran salah dijadikan alasan. Saya tidak yakin mereka tidak paham itu. Kami yakini ada motif lain.
 
Adakah pesan khusus bagi Subur dan kawan-kawan yang terkesan melawan kepemimpinan SBY? 
Sebaiknya Subur Sembiring dan kawan kawan segera menyadari kesalahan, dan segera turut bekerja membesarkan partai. Bukan malah menghancurkan partai dengan membuat polemik seperti KLB yang tak berdasar sama sekali. 

Jika Anda benar, bagaimana cara menggagalkan AHY melalui KLB? 
Tidak perlu berandai-andai, karena KLB tidak ada. Mereka berhalusinasi saja, sebab seluruh pemilik suara menolak KLB. Struktur partai juga menolak. [UMM]