RMco.id  Rakyat Merdeka - Organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) besutan Anis Matta semakin berani melangkah. Bahkan, Anis Matta meyakini bahwa Garbi bakal menjadi partai politik (parpol). Hanya saja, dia belum bisa memastikan, kapan itu akan terjadi. 

“Garbi akan bermetamorfosis menjadi partai politik. Apakah nanti nama partai politiknya adalah Garbi atau tidak, itu masalah teknis,” ucap Anis Matta di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (7/7) malam. 

Namun, kata Anis, saat ini Garbi masih fokus untuk menyebarkan ide arah baru Indonesia. “Sekarang ini, kalau kita melihat dalam dua kali Pilpres terakhir, tidak ada pertarungan ide-ide, karena itu saya mencoba menyodorkan ide ini. Garbi ini tugasnya gerakan kebangkitan pemikiran,” urai Anis. 

Menurutnya, gerakan ini harus bermetamorfosis menjadi gerakan politik, supaya ide tentang arah baru bukan hanya menjadi wacana pemikiran, tetapi bisa menjadi satu visi dan misi negara. Adapun susunan struktur dari Garbi, lanjut Anis, sudah ada di semua wilayah Indonesia. Bahkan, ia menyebut sudah sampai ke tingkat kecamatan. 

Rencana pembentukan Garbi menjadi parpol pun dihembuskan Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR yang juga pengagas Garbi bersama Anis Matta ini. Dia menyampaikan bahwa Garbi akan menjadi parpol. 

Baca Juga : Resmi Dibuka, Investasi Mal Ciputra Tangerang Capai Rp 1 Triliun

Jika benar Garbi akan menjadi partai politik, bagaimana nasib Partai Keadilan Sejahtera (PKS)? Seperti diketahui, penggagas Garbi berlatar belakang PKS, yakni Anis Matta dan Fahri Hamzah. Apakah Garbi akan memecah suara PKS? 

Untuk membahas soal ini, berikut penjelasan Fahri Hamzah dan ditanggapi Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Kabarnya, ormas Garbi besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah akan menjadi partai politik... 
Bagaimana respon Partai Keadilan Sejahtera tentang kemungkinan ormas Garbi menjadi partai politik, tentu pak Sohibul Iman (Presiden PKS) yang paling tepat menjawab. 

Menurut Anda sendiri bagaimana? 
Kalau saya pribadi, monggo saja. Bagi saya, tidak masalah jika ormas tersebut ingin berubah menjadi partai politik. 

Yakin tidak ada masalah bagi partai Anda? 
Dalam negara demokrasi ini, boleh siapa saja mendirikan partai politik. Tidak ada yang melarang. Tapi di PKS, keluar gampang, masuknya susah karena ikut kaderisasi dulu. 

Baca Juga : Daftar Lokasi Rukyatul Hilal Awal Zulhijjah 1441 H / 2020 M

Kalau politisi PKS keluar, lalu membuat partai politik... 
Kalau mau bikin partai politik, welcome to the jungle. Tapi pesannya, bikin partai politik itu sangat berat, biar kami saja. 

Apakah Garbi yang merupakan partai besutan politisi berlatar belakang PKS ini, akan menjadi saingan PKS? 
Partai Keadilan Sejahtera sama sekali tidak menganggap mereka sebagai saingan. Justru, mereka adalah mitra kita untuk mencintai negeri ini. 

Apakah Anda sudah tahu rencana Garbi menjadi partai politik? 
Tahu, karena saya kebetulan diundang sama Bang Karni Ilyas selasa malam. Di samping saya Fahri. Saya bingung, Fahri atas nama apa, dan Bang Karni bilang ini penggagas dan inisiator Garbi. 

Fahri sudah bilang kalau Garbi akan jadi partai saat itu? 
Jelas, Fahri menyatakan mau bikin partai politik. 

Apa tanggapan Anda kepada Fahri? 
Saya bilang, selamat dan sukses. 

Baca Juga : Menko Polhukam Serahkan 12 Nama Calon Kompolnas Ke Presiden

Apakah PKS tidak khawatir basis massanya diambil Garbi? 
Ceruk kami ceruk religius. Ada juga ceruk nasonalis, nggak ada yang aman semuanya. Nasionalis bisa ambil yang religius, yang religius bisa ambil yang nasionalis. 

Kalau tidak ada yang aman, bagaimana cara PKS untuk mendapatkan dukungan masyarakat luas? 
Tawaran apa yang diberikan. Makanya balik lagi kami oposisi. Kami oposisi, karena ceruk kami mau besar. 

Jika Garbi nantinya mengambil pengurus daerah dari pengurus PKS, bagaimana itu? 
Kalau mereka mau buat partai politik monggo. Akan tetapi, kalau mau mengambil punya PKS, kami punya mekanisme pertahanan diri. Saran saya, ambil yang lain saja. [NNM]