Kursi DKI 2 Bakal Makin Lama Lowong

Agung Yulianto, Kandidat Bakal Wagub DKI Jakarta: Wajar Mereka Menolak Karena Belum Kenal Saya

Kursi DKI 2 Bakal Makin Lama Lowong Agung Yulianto, Kandidat Bakal Wagub DKI Jakarta: Wajar Mereka Menolak Karena Belum Kenal Saya
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengajukan dua nama kandidat wakil gubernur DKI Jakarta yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Kedua calon yang akan menempati kursi peninggalan Sandiaga Uno itu akan diuji kelayakan dan kepatutannya (fit and propper test/FPT) terlebih dulu sebelum diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Sayangnya sampai saat ini belum diketahui kapan keduanya akan diuji kelayakan dan kepatutannya. Fit and propper test belum dijadwalkan lantaran dua par¬tai pengusung yakni Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan PKS hingga kini belum menemui kata sepakat terkait materi fit and propper test.

Menurut PKS, fit and propper test hanyalah ajang perkenalan bagi calon. Tak ada yang serius dalam ujian tersebut. Gerindra punya pandangan beda. Menurut mereka fit and propper test merupakan mekanisme ujian serius bagi para calon.

Baca Juga : Soal Upah Buruh, Ini Penjelasan Aice

Kendati demikian, belum apa-apa, dua nama yang diajukan PKS tersebut sudah mendapat penolakan. Ada dua fraksi di DPRD DKI yang menolak kedua nama tersebut, yakni Golkar dan Hanura. Keduanya dinilai tidak memahami penuh permasalahan Jakarta. Banyak kalangan menilai sikap partai-partai ini justru membuat Jakarta semakin lama tak memiliki wagub.

Bagaimana sang kandidat menanggapi penolakan tersebut? Apakah mereka tetap yakin akan dipilih? Lantas bagaimana pula penilaian fraksi yang meno¬lak atas kedua kandidat tersebut? Berikut penuturan salah satu kandidat Agung Yulianto dan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI, Ashraf Ali.

Bagaimana tanggapan Anda atas penolakan tersebut?
Wajar kok. Jika ada partai-partai yang menolak atau belum mengambil sikap. Karena kami belum bersilaturahim ke partai-partai tersebut. Setelah resmi ditugaskan partai pengusung (PKS dan Gerindra) barulah kami, saya dan Pak Syaikhu akan bersilaturahim ke partai-partai di DKI.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Jadi Anda tidak kecewa dengan penolakan dari Hanura dan Golkar?
Enggaklah. Wajar mereka menolak karena belum kenal kami. Belum kenal karena kami belum silaturahmi.

Melihat penolakan itu apa Anda masih optimistis bisa duduk di kursi wagub DKI?
Saya menyerahkan urusan kepada Allah. Saya tidak pernah berdoa meminta jadi wagub. Saya hanya berdoa untuk diberikan yang terbaik, bagi saya, keluarga, umat, dan masyarakat Jakarta. Saya hanya optimistis, Allah akan memberikan takdir terbaik-Nya buat saya.

Kabarnya Anda memiliki kedekatan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Seperti apa tingkat kedekatan Anda dengan Anies?
Tidak ada kedekatan yang spesial. Semasa pilgub, saya sebagai timses beliau di tim sekretariat. Kemudian setelah beliau terpilih ada beberapa kali pertemuan antara Pak Gubernur dengan DPW PKS DKI. Kebetulan saya ikut karena sebagai Sekeretaris Umum DPW.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Apakah Anda titipan Anies Baswedan melalui PKS?
Saya rasa bukan. Toh saya ditugaskan oleh DPP PKS.
 Selanjutnya