Yang Valid Data Asing Atau Dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Kita

ACE HASAN SADZILY : Baca Datanya Jangan Sepotong-sepotong Dong

Yang Valid Data Asing Atau Dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Kita ACE HASAN SADZILY : Baca Datanya Jangan Sepotong-sepotong Dong
Klik untuk perbesar

 Sebelumnya 
Lho kok Anda justru menyalahkan kelompok pendukung Prabowo? 
Tentu ini ulah kelompok yang berjubah agama yang sweeping dan mulai mengkafir-kafirkan. Merekalah yang membuat kebebasan berpendapat sehingga masyarakat kebebasan masyarakat minoritas untuk berekspresi menjadi turun.

Aspek kebe¬basan berkumpul dan berserikat, menyampaikan pendapat, dan partisipasi politik menurun. Salah satu faktor utamanya adalah ancaman kekerasan yang dilakukan oleh kel¬ompok masyarakat ini menghambat kebebasan berpendapat. 

Baca Juga : China Laporkan 143 Kasus Kematian Baru Akibat Covid-19

Komentar Anda terkait data The Economist Intellegence Unit yang juga disampaikan Fadli Zon bagaimana? 
Menurut The Economist Intellegence Unit di tahun 2017 memang Indeks Demokrasi Indonesia benar turun 20 peringkat dibanding tahun 2016 seperti yang dikatakan Fadli Zon. Perlu dicatat itu tahun 2017, bukan 2018 seperti yang dikatakan Fadli. Posisi Indonesia sama dengan Amerika Serikat yang tidak sepenuhnya demokrasi. Padahal AS digadang-gadang sebagai rujukan Fadli, Prabowo, dan kawan-kawannya sebagai negara yang paling demokratis. 

Apa Anda sendiri apa punya data lain untuk mengimbangi data yang dilempar Fadli Zon? 
Jika merujuk data Badan Pusat Statistik yang bekerja sama dengan Kemenkopolhukam, Kemendagri, LIPI, dan berbagai akademisi kam¬pus. Indeks Demokrasi Indonesia di 2017 naik dibanding 2016. Namun, memang indikator kebebasan berpendapat turun. 

Baca Juga : Ini Kenangan Menteri Tito Pada Sekjen Kemendagri

Indeks demokrasi angkanya 72,11 (skala 0-100) pada 2017, meningkat dibanding 2016 yang hanya 70,09. Dengan demikian Indonesia berada di kategori sedang. Aspek kebebasan sipil meningkat 2,3 poin dari 76,45 jadi 78,75. Aspek lembaga demokrasi juga naik 10,44 poin dari 62,05 jadi 72,49. 

Jadi Anda menilai data yang disampaikan Fadli Zon itu mengada-ada?
Fadli Zon tidak melihat data-data itu secara komprehensif, apa, dan bagaimana proses berjalannya demokrasi selama pemerintahan Jokowi ini.
 Selanjutnya