Penyataan Menteri Rudiantara Apa Masuk Pidana Pemilu?

Andre Rosiade: Itu Intimidasi, ASN Kan Punya Hak Pilih Juga

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Penyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rudiantara, dalam acara internal yang membahas desain sosialisasi Pemilu 2019 di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis (31/1) lalu menuai polemik. Di acara internal itu, Rudiantara meminta masukan kepada semua pegawai tentang 2 buah desain yang diusulkan untuk Gedung Kemenkominfo dengan jalan voting. Namun ketika ingin memberikan kesempatan kepada anak buahnya untuk memilih, Rudiantara memberi opsi untuk memilih nomor 1 atau nomor 2.

Keriuhan pun terjadi. Sebab pegawai Kemenkominfo sepertinya mengasosiasikan ini seperti pilihan dalam Pilpres 2019. Menanggapi keriuhan itu, Rudiantara kemudian meminta agar pemilihan ini tidak dikaitkan dengan politik. Meski begitu, dia tetap memberikan opsi pilihan itu nomor 1 atau nomor 2.

Rudiantara kemudian meminta perwakilan pegawai, yang memilih desain nomor 1 dan nomor 2 untuk maju. Polemik dimulai saat pegawai yang memilih nomor 2 diminta menjelaskan alasannya kenapa memilih 2. Saat menjelaskan, ibu muda itu malah memberi penjelasan bukan terkait desain, melainkan terkait dengan pilihannya pada Pilpres 2019. Menteri Rudiantara pun tercengang mendengar jawaban tersebut.

Berita Terkait : Johnny G Plate: ASN Harus Netral, Mereka Telah Membelokkan

Tak lama setelah itu Rudiantara melontarkan pertanyaan sindiran kepada pegawai yang memilih nomor 2 tersebut. “Bu, Bu, yang bayar gaji Ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa? Hah?” seru Rudiantara. Wanita tersebut kemudian membalikkan badan, berusaha menjawab.

Namun belum rampung menjawab, Menteri Rudiantara langsung menimpalinya. “Bukan yang keyakinan ibu (kan yang menggaji)? Ya sudah makasih,” ujar Rudiantara.
Penggalan video ini banyak beredar di dunia maya, hingga menuai polemik. Menteri Rudiantara dianggap dapat mempengaruhi netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara) dalam Pilpres 2019. Selain itu, pernyataan ini dipermasalahkan, karena gaji ASN tak semestinya dikaitkan dengan pilihan politik.


Banyak juga warganet yang menyesalkan pernyataan Rudiantara, karena disampaikan saat bertugas sebagai Menkominfo. Lantas bagaimana pandangan kubu paslon nomor urut 01 dan 02 tekait pernyataan tersebut? Berikut penuturan Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN), Andre Rosiade, yang mewakili pandangan kubu paslon 02.

Berita Terkait : ANDRE ROSIADE, Juru Bicara Prabowo-Sandiaga: Pendukung Penguasa, Pasti Aman-aman Saja

Bagaimana pandangan BPN soal pernyataan Menkominfo?
Pernyataan itu menujukkan bahwa beliau lagi emosi itu. Terlihat beliau kaget, mendengar alasan pegawai memilih pasangan calon nomor urut 02. Akhirnya beliau emosi, tercetuslah pernyataan soal gaji itu, ‘memang yang gaji Anda siapa?’.

Menurut kami dialog tersebut menunjukan bahwa, memang karyawan Rudiantara saja ingin perubahan. Jadi masyarakat itu enggak mau kena janji-janji lagi, masyarakat itu mau perubahan. Akibatnya, di depan menteri pun mereka berani mengungkapkan, apa yang ada di hati mereka.

Tapi kan pertanyaannya itu bukan dalam konteks politik?
Betul, tapi mereka juga paham sebenarnya arahnya Pak Menkominfo bertanya seperti itu. Meskipun itu untuk poster ya, tapi maksud tersirat-nya itu sama. Kalau itu mau dibilang pegawainya salah tafsir, sehingga menyatakan demikian silakan. Tapi yang jelas, dia sudah berani mengungkapkan kebenaran, mengungkapkan keyakinan yang ada di hatinya dia. Terlepas salah tafsir atau tidak, ini ada pegawai yang berani mengungkapkan sesuai hati nuraninya dia.
 Selanjutnya 

RM Video