Gelar Nyeleneh Untuk Capres Petahana

RICO MARBUN : Jangan Ngeles, Sebutan Cak Jancuk Nggak Pantas

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Capres petahana Jokowi dianugrahi gelar “Cak Jancuk” oleh para pendukungnya sendiri di acara deklarasi Forum Alumni Jatim#01 yang digelar di Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur pekan lalu. Di acara itu, Jokowi sempat diteriaki “jancuk” oleh para pendukungnya. 

Menimpali teriakan para pendukung Jokowi, sang pembawa acara Djadi Galajapo menyematkan gelar “Cak Jancuk” untuk Jokowi. Gelar ini terkesan nyeleneh. Sebab disematkan kepada seorang presiden. ‘Jancuk’ bagi orang Jatim merupakan kata pisuhan. Namun, perkembangan zaman, kata jancuk mengalami pergeseran dan perluasan makna. Bisa menjadi makian, namun bisa juga sebagai bentuk keakraban. 

Berita Terkait : USMAN KANSONG : Tak Perlu Dipolemikkan, Maksudnya Positif Kok

Sebelum menyematkan Cak Jancuk kepada capres 01, Djadi Galajapo punya pemaknaan tersendiri. Cak Jancuk merupakan akronim. Cak adalah; Cakap, Agamis, dan Kreatif. Sementara “jancuk” berarti jujur, cakap, ulet, dan komitmen. 

Kendati akronim Cak Jancuk sudah dijelaskan, polemiknya tetap saja mengalir. Banyak kalangan menilai, kata jancuk tak pantas disematkan pada seorang presiden. Hal itu berpotensi menurunkan citra presiden sebagai lembaga negara, sekaligus citra dan elektabilitas Jokowi sebagai capres.

Baca Juga : Presiden Pelawak

Namun sebagian lagi menilai sebagai bentuk keakraban warga Surabaya dengan Jokowi. Berikut tanggapan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin atas polemik itu, dilengkapi dengan pandangan analis survei politik. Berikut penuturan lengkapnya.


Apa tanggapan Anda soal gelar “Cak Jancuk” yang disematkan kepada Jokowi? 
Waduh itu enggak pantas kalau menurut saya. Kalau menurut saya itu harus diproses secara hukum. Saya enggak mengerti, kok bisa begitu ya? Rasa-rasa kita semua tahu apa artinya jancuk itu, dan rasanya enggak pantas (sebutan) itu diberikan kepada kepala negara.

Baca Juga : Jokowi Ingin Bisa Dorong Kerja Ekspor

Presiden Jokowi kan kepala negara, kita tidak bisa sembarangan untuk memberikan gelar bagi beliau. Dia itu bertanggung jawab terhadap 270 juta lebih manusia Indonesia. Dia adalah wajah diplomasi bangsa, masak dikasih gelar seperti itu, yang benar saja. 
 Selanjutnya 

RM Video