Nasib Bupati Kuningan Ditentukan 1 Bulan Lagi

Acep Purnama : Saya Sudah Datang Ke Bawaslu, Jujur Saya Khilaf

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Video Bupati Kuningan Acep Purnama saat memberi sambutan pada acara deklarasi pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Jokowi- Ma’ruf Amin menggemparkan dunia maya. Dalam sambutannya, Acep mengutuk kepala desa (kades) yang tak mendukung Jokowi. Video itu diambil saat Acep menghadiri acara deklarasi Jokowi-Ma’ruf Amin yang dilakukan Tim Akar Rumput-Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada Sabtu (16/2) lalu. 

“Jokowi nyawer ke desa-desa, sehingga desa bisa dibangun, kepala desa bisa diangkat harkat, martabat, dan derajatnya karena berhasil memimpin di desanya. Makanya, sampaikan kepada kepala desa dan perangkat desanya, kalau ada yang tidak mendukung Jokowi, berarti laknat,” ucap Acep dalam video tersebut. 

Tak berselang lama, Acep meminta maaf, khususnya kepada kades dan perangkat desa. Acep mengaku khilaf. Bahkan, Acep langsung menggelar pertemuan dengan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Kuningan pada, Minggu (17/2) lalu. 

Berita Terkait : YULIANTO : Khilaf Harus Disertai Bukti, Nanti Kita Lihat

Meski Acep telah meminta maaf, namun tak menyurutkan Bawaslu Kabupaten Kuningan, Jabar, untuk menindaklanjutinya. Setelah mengamati cuplikan video, Rabu (20/2), Bawaslu resmi meminta keterangan Acep. 

Acep dicecar tujuh pertanyaan oleh tim Gakkumdu, Bawaslu Kabupaten Kuningan seputar perkataan ‘laknat’. Gakkumdu mempunyai waktu tujuh hari untuk menyimpulkan, apakah ada pelanggaran atau tidak dalam video yang viral itu. 

Acep menjelaskan, kedatangannya ke acara tersebut sebagai kader PDIP dan bagian dari tim pemenangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf. “Materi yang disampaikan memotivasi mereka untuk pemenangan dalam pemilihan presiden,” jelasnya.  Berikut penjelasan Acep dan Bawaslu Jawa Barat:

Baca Juga : MUI Ditantang Haramkan Panggil Cebong dan Kampret

Anda menyatakan demikian dalam forum apa? 
Yang jelas, saya sedang memberikan sambutan di internal, sebab materi pembicaraan saya saat itu tentang parameter desa. Otomatis jika berbicara parameter di desa, ada kebijakan dari pemerintah pusat yang bisa membangun desa. Sehingga, desa terbangun dengan baik.

Lalu terkait kalimat ‘sampaikan kepada kepala desa yang tidak mendukung Jokowi, laknat’ itu sebuah kekhilafan. Saya pun sudah meminta maaf ke-pada kepala desa dan perangkat desa. Alhamdulilah, mereka memaklumi dan memaafkan. 

Kenapa sekeras itu kalimatnya? 
Beberapa hal yang harus saya luruskan ialah, pernyataan saya saat itu ada di tim akar rumput yang dibentuk relawan pendukung paslon 01. Jadi, saat itu tidak ada satu pun perangkat desa atau kepala desa. Walaupun saat itu ada Pak Sumadi sebagai purnabakti lama dari kepala desa.

Baca Juga : Sungai Kita Kondisinya Kritis

Kala itu saya juga menyinggung Pak Sumardi yang saat menjabat kepala desa bagus membangun desanya. Jadi, dikiranya mungkin Pak Sumardi ini adalah seorang kepala desa, padahal beliau sudah purnabakti. 

Apakah dera pemerintahan sekarang sajakah desa di wilayah Anda terbangun? 
Kalau saya lihat, di era pemerintahan siapapun ya. Hanya saja kebetulan saya berbicara di era pemerintahan pusat, dalam hal ini kebijakan Pak Jokowi tentang dana desa. Berapa besaran dana desa memang kebijakan dari pusat yang dari tahun ke tahun bertambah.

Itu juga beberapa tahun lalu ada pengurangan dana desa. Hanya saja yang saya lihat, dana desa ini menjadikan desa terbangun dengan baik, berubah wajah, lingkungan, pemberdayaan, sarana prasarana peribadahan tampak sekali adanya. 
 Selanjutnya 

RM Video