Partai Politik Islam Porak-poranda

DIN SYAMSUDDIN: Partai Politik Islam Akan Terus Tarik Menarik

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, Indonesia dinilai perlu memiliki koalisi partai-partai politik berbasis massa Islam.

Saat ini, ada lima partai berbasis massa Islam yang masih eksis. Yaitu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengibaratkan, partai Islam di Indonesia saat ini porak-poranda. Din menyebut, partai Islam yang ada di Tanah Air sekarang ini tidak bisa bersatu.

Berita Terkait : Partai Pro-Militer Menang, Diikuti Kubu Thaksin

“Kekuatan politik Islam formal, partai politik Islam itu sekarang porak-poranda, terutama sebagai konsekuensi logis reformasi. Tahun 1999, di awal reformasi, hampir ada 200 partai Islam oleh tim yang dipimpin Cak Nur. Verifikasi hanya 22 partai Islam dan partai yang tersisa sekarang,” kata Din, di kantor MUI, Jakarta.

Lantas apa sebenarnya maksud dari pernyataan Din tersebut? Apakah benar keadaan partai politik Islam seperti ini? Berikut pernyataan lengkap Din:

Apa tanggapan Anda terhadap fenomena elektoral politik Islam di Tanah Air?
Memang ada kesenjangan antara angka demografis dengan angka politik, terutama hasil politik elektoral. Tapi, itu tidak menjadi masalah. Artinya, angka politik elektoral tidak mayoritas sesungguhnya. Mayoritas, tapi tidak sebanding dengan angka demografis tadi, kalau eksistensi umat Islam di Indonesia tidak menghadapi tantangan, halangan dan hadangan.

Berita Terkait : AHMAD BAIDHOWI : Kira-kira Kalah, Ngapain Dipaksakan Berkoalisi

Seperti, pada awal kemerdekaan, kekuatan politik Islam formal yang diwakili Masyumi, waktu itu 43 persen. Artinya, di bawah angka demografis, tapi tidak ada halangan dari sudut aktualisasi diri dan kepentingan umat Islam, yang waktu itu mendiskusikan dasar negara, Islam atau Pancasila.

Bagaimana kondisi terkini?
Kenyataan yang kita hadapi, sudah ada istilah saya halangan, hadangan, tantangan. Artinya, aktualisasi diri umat Islam tidak mudah. Seperti, di bidang ekonomi, penguasaan media informasi. Ini yang tidak positif. Bukan merugikan umat Islam, tapi merugikan Indonesia.

Bagaimana efeknya di masyarakat?
Ini akan terus menerus tarik menarik. Sehingga, bagi kelompok tertentu yang tidak sabar, mencari jalan lain, tonjolkan politik identitas, tampilkan kekuatan massa. Nah, ini yang menurut saya perlu dipahami semua pihak untuk dicari cara lain.

Berita Terkait : Din Sangat Prihatin, Netizen Kecewa Berat

Apa tanggapan Anda terhadap hasil survei LSI tentang partai Islam?
Saya mohon maaf, tidak mempercayai survei yang ada. Jadi, kepada saya jangan diajukan hasil survei.
 Selanjutnya 

RM Video