Aksi Reuni 212 Politis, Tapi Bukan Kampanye

Noegroho Djajjajoesman,Pembina Gerakan Relawan Rakyat Adil Dan Makmur (Gerram) : Saya Yakin Pemerintah Menyadari Pesan 212

Aksi Reuni 212 Politis, Tapi Bukan Kampanye Noegroho Djajjajoesman,Pembina Gerakan Relawan Rakyat Adil Dan Makmur (Gerram) : Saya Yakin Pemerintah Menyadari Pesan 212
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Peserta aksi reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212 pada minggu (2/12) lalu membludak. Diperkirakan lebih dari 8 juta orang hadir di aksi tersebut. Jumlah ini lebih banyak dari aksi 212 saat kasus Ahok menista agama pada 2016. Aksi berlangsung tertib, aman dan lancar. 

Kontroversi dari aksi itu hingga kini masih ramai dibincangkan. Dari mulai jumlah peserta, hingga soal tudingan adanya kepentingan politik yang memboncenginya. Komisioner Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta pun tak sama pendapatnya. Ketua Bawaslu DKI, Muhammad Jufri memandang perlunya dilakukan kajian, pengumpulan informasi dan klarifikasi dari panitia untuk menentukan ada atau tidaknya kampanye terselubung di acara tersebut. Sementara anggota Bawaslu DKI, Puadi, langsung menyatakan tak ada pelanggaran pemilu dalam aksi tersebut. Berikut ini pandangan dari tim sukses masing-masing capres-cawapres.

Baca Juga : Ingat, Aturan Amdal Di RUU Omnibus Law Tidak Dihapus

Terkait aksi reuni PA212, pensiunan jenderal bintang tiga kepolisian ini mengatakan sulit rasanya menghindari tudingan yang menyebutkan acara itu berbau politis, namun pastinya acara itu tidak masuk dalam unsur kampanye. Berikut pernyataan Pembina Gerakan Relawan Rakyat Adil dan Makmur (Gerram), Noegroho Djajoesman

Jumlah peserta Reuni 212 diperkirakan 10 juta jiwa artinya melebihi Aksi Damai 212 pada tahun 2016. Bagaimana Anda melihat itu? 
Jadi hal ini membuktikan bahwa masyarakat sudah semakin dewasa dan mengetahui apa yang menjadi tujuan reuni 212. 

Baca Juga : Pesawat Kemenhub Siapkan Insentif Rp 443 M

Sebelumnya menurut kepolisian jumlah peserta Reuni 212 hanya 40 ribu jiwa. Kenapa kontras sekali dengan jumlah realitanya? 
Ya enggak apa-apa. Jumlah tersebut kan prediksi polisi saja. Terpenting pertemuan masyarakat di Monas itu telah berlangsung aman dan tertib. Jadi hal ini sebuah gambaran pemahaman akan tujuan dan maksud gerakan. 

Tujuannya Reuni 212 itu kegiatan religi atau politik sih kalau menurut Anda? 
Ya, mau tidak mau tentu ada nilai politiknya. Tentunya Reuni 212 sudah berlangsung. Saya yakin pemerintah akan menyadari apa yang dimaksud dari pertemuan itu. Semua itu menyangkut keinginan dari hati, ada rasa ketidakadilan, dugaan ulama dizalimi, ekonomi kian sulit, serta janji-janji lain yang belum ditepati oleh pemerintah. 
 Selanjutnya