Manfaat Video Game Pada Anak

Klik untuk perbesar
Ilustrasi (Foto IST)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebagai orang tua kebanyakan lebih fokus pada bahaya daripada melihat manfaat main video game pada anak, padahal game adalah bagian normal bagi anak-anak.

Jika Anda mau mencari tahu sedikit soal game yang dimainkan anak, game bisa menjadi alat yang ampuh untuk membantu anak-anak mengembangkan keterampilan hidup tertentu.

Mereka dapat membantu orang tua memilih game waktu santai yang tepat, membantu pendidik mencari cara untuk melengkapi pengajaran di kelas, dan membantu untuk guru mengajar.

Penelitian dilakukan ini mencakup hasil dari studi pimpin Cheryl Olson di Harvard Medical School dan data survei yang dikumpulkan dari mewawancarai lebih dari 1.000 siswa. Berdasarkan penelitiannya ada sembilan  alasan video game dapat bermanfaat bagi pertumbuhan dan pendidikan anak Anda. Yakni:

1.Video Game Mengajarkan Keterampilan Pemecahan Masalah. Video game dapat membantu perkembangan otak anak-anak. "Ketika anak saya masih remaja, saya menyaksikan dia bermain game Legend of Zelda. Dia harus mencari, bernegosiasi, merencanakan, dan mencoba berbagai pendekatan untuk maju. Banyak game terbaru, seperti Bakugan: Defenders of the Core, melibatkan perencanaan dan penyelesaian masalah," terang Olson.

Baca Juga : Barcelona Vs Inter Milan : Tanpa Messi-Suarez, Griezmann Jadi Tumpuan

"Modding," proses di mana pemain menyesuaikan penampilan karakter gamer dan mengembangkan level game baru, juga memungkinkan ekspresi diri yang kreatif, pemahaman mendalam tentang aturan dan struktur game, dan cara-cara baru untuk menyoroti kepribadian dan minat.

Menurut Olson,  video tidak harus diberi label "edukatif untuk membantu anak-anak belajar membuat keputusan, menggunakan strategi, mengantisipasi konsekuensi, dan mengekspresikan kepribadian mereka.

2. Video Game Menginspirasi Minat Sejarah dan Budaya. Konten game dapat mendorong anak-anak untuk membaca dan meneliti. Video game seperti Age of Mythology, Civilization, dan Age of Empires dapat memicu minat anak dalam sejarah dunia, geografi, budaya kuno, dan hubungan internasional.

Mengutip periset David Shaffer dan James Gee, "Ketika anak-anak memiliki orang tua yang membantu mengubah Age of Mythology  mengaitkannya dengan buku, situs Internet, museum, dan media tentang mitologi, budaya dan geografi, anak-anak akan dapat mempunyai bekal sebagai persiapan untuk pembelajaran di masa depan dari jenis yang sangat kompleks dan mendalam.

"Terlebih lagi, permainan ini sering memungkinkan anak-anak untuk merancang dan bertukar peta atau konten khusus lainnya, membantu mereka memperoleh keterampilan kreatif dan teknis sambil bersenang-senang," imbuh Olson.

Baca Juga : Dompet Duafa : Kesadaran Milenial Untuk Berdonasi Terus Tumbuh

3.Video Game Bantu Anak Berteman. ´┐╝Berbeda dengan orang tua mereka, sebagian besar anak melihat video game sebagai kegiatan sosial, bukan yang terisolasi. Video game menciptakan landasan bersama bagi anak-anak untuk berteman; biarkan anak-anak bergaul; dan menyediakan waktu terstruktur dengan teman-teman.

"Dalam penelitian kami, anak laki-laki lebih cenderung bermain video game dengan sekelompok teman, baik di ruangan yang sama atau online. Ditambah lagi, permainan sering menjadi fokus pembicaraan di antara  teman-teman."

4.Video Game Dorong Anak Berolahraga. Para pemain (khususnya anak laki-laki) mempelajari gerakan baru dari permainan video olahraga dan kemudian melatihnya di lapangan basket atau main skateboard. 

5.Video Game Membuat Anak Merasakan Kegembiraan Kompetisi. ´┐╝ Itu normal dan sehat untuk anak-anak, terutama anak laki-laki, untuk bersaing dengan teman sebaya mereka saat mereka berebut status dan pengakuan. Dalam survei dan studi kelompok fokus saya dengan remaja muda, "Saya suka bersaing dengan orang lain dan menang" adalah salah satu alasan populer untuk bermain video game terutama untuk anak laki-laki. Video game adalah tempat yang aman untuk mengekspresikan dorongan kompetitif itu, dan dapat memberi anak-anak yang tidak pandai olahraga kesempatan untuk unggul.

 6.Video Game Berikan Anak Kesempatan untuk Memimpin. Ketika anak-anak bermain video game dalam kelompok, mereka sering bergiliran memimpin dan mengikuti, tergantung pada siapa yang memiliki keterampilan khusus yang dibutuhkan dalam permainan itu.

Baca Juga : Kesadaran Orang Tua Ajarkan Anak Gosok Gigi Masih Minum

Dalam studi yang dilakukan  Nick Yee dari Palo Alto Research Center, remaja yang telah memainkan permainan kelompok online merasa mereka telah memperoleh keterampilan kepemimpinan seperti membujuk dan memotivasi orang lain, dan menengahi perselisihan. Game dengan banyak pemain di online menawarkan kepada remaja kesempatan langka untuk berpartisipasi, dan terkadang memimpin, tim beragam usia. Dan tidak ada yang peduli berapa usia Anda jika Anda bisa memimpin tim menuju kemenangan.

7.Video Game Menciptakan Kreativitas. Sebuah studi eksperimental yang diterbitkan dalam Jurnal Penelitian Kreativitas menemukan hubungan antara video game dan kreativitas tertentu. 353 peserta bermain Minecraft dengan atau tanpa instruksi, menonton acara TV, atau memainkan permainan mobil balap. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang bermain Minecraft tanpa instruksi menyelesaikan tugas-tugas selanjutnya dengan kreativitas terbanyak. "Mungkin karena mereka diberi kebebasan untuk berpikir sendiri saat bermain," pikir Olson.

8.Video Game Memberi Kesempatan Untuk Mengajar. Sepertiga dari anak-anak yang kami pelajari mengatakan mereka bermain video game sebagian karena mereka suka mengajari orang lain cara bermain. Mengajat orang lain membangun keterampilan sosial dan komunikasi, serta kesabaran.

9.Video Game Menambah Kedekatan Orang Tua dan Anak. Orang tua bisa bermain dengan anaknya. Hal ini bisa membangun ikatan lebih dengan anak lewat kesenangan mereka. [MEL]