Ini Penjelasan WHO Soal 13 Mitos Virus Corona

Foto: WHO
Klik untuk perbesar
Foto: WHO

RMco.id  Rakyat Merdeka - Banyak mitos bertebaran di tengah maraknya wabah virus Corona atau Covid-19. Ada yang menyarankan pengobatan ini, ada yang menganjurkan untuk tidak melakukan hal tertentu agar tak tertular virus Corona. 

Supaya tidak salah mengambil langkah, baiknya kita simak penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap 18 mitos soal Covid-19 yang berkembang di tengah masyarakat dunia, dalam bentuk tanya jawab di bawah ini:

1. Apakah pengering tangan (hand dryer) efektif membunuh virus Corona? 

Tidak. Hand dryer tidak efektif membunuh virus Corona. Untuk melindungi tubuh dari virus Corona, Anda harus rajin cuci tangan sesering mungkin dengan pembersih berbasis alkohol, atau mencucinya dengan sabun dan air. Setelah dibersihkan, keringkan dengan tisu atau pengering udara yang hangat.

2. Dapatkah lampu disinfektan ultraviolet (UV) membunuh virus Corona?

Lampu UV semestinya tidak digunakan untuk mensterilkan tangan atau area kulit lainnya. Sebab, radiasi UV dapat menyebabkan iritasi kulit.

3. Seberapa efektif thermal scanner mendeteksi orang yang terinfeksi virus Corona?

Thermal scanner efektif mendeteksi orang yang demam (suhu tubuh di atas normal) karena infeksi virus Corona.

Namun, alat tersebut tak dapat mendeteksi orang yang terinfeksi tanpa gejala demam. Sebab, sebelum sakit dan mengalami gejala demam, orang perlu waktu 2-10 hari sejak pertama kali terinfeksi virus Corona.

4. Apakah menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh, dapat membunuh virus Corona?

Tidak. Menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh, tidak akan membunuh virus yang telah memasuki tubuh Anda.

Berita Terkait : Anggota Parlemen Iran Meregang Nyawa Akibat Virus Corona

Menyemprotkan zat-zat semacam itu justru dapat merusak pakaian atau selaput lendir (seperti yang ada di mata dan mulut).

Alkohol dan klorin memang dapat digunakan untuk mendisinfeksi permukaan. Namun, harus dilakukan berdasarkan rekomendasi yang tepat.

5. Apakah aman menerima surat atau paket dari China?

Ya. Tidak ada risiko tertular virus Corona dalam aktivitas tersebut. Dari analisis sebelumnya, virus Corona tidak bertahan lama di suatu obyek benda, seperti surat atau paket.

6. Dapatkah hewan peliharaan menularkan virus Corona? 

Tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus Corona. Namun, yang terbaik adalah mencuci tangan dengan sabun dan air, setelah kontak dengan hewan peliharaan.

Kebiasaan baik ini juga melindungi Anda terhadap berbagai bakteri umum seperti E. coli dan salmonella, yang dapat berjangkit dari hewan peliharaan ke manusia.

.7. Apakah vaksin pneumonia dapat digunakan untuk melawan virus Corona?

Tidak. Vaksin pneumonia, seperti halnya vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib), tidak memberikan perlindungan terhadap virus Corona.

Virus ini sangat baru dan berbeda, sehingga membutuhkan vaksin khusus.

Para peneliti kini sedang mencoba mengembangkan vaksin untuk melawannya, dan WHO mendukung upaya mereka.

Berita Terkait : Pakar WHO: Tak Ada Bukti Virus Corona Bakal Lenyap di Musim Panas

Meski tidak efektif melawan virus Corona, vaksinasi terhadap penyakit pernapasan sangat dianjurkan untuk melindungi kesehatan Anda.

8. Apakah mencuci hidung dengan larutan saline dapat mencegah infeksi virus Corona?

Tidak ada bukti bahwa mencuci hidung dengan garam secara teratur telah melindungi orang dari infeksi Covid-19.

Memang, ada beberapa bukti bahwa mencuci hidung dengan garam secara teratur, dapat membantu orang pulih lebih cepat dari flu biasa.

Namun, pembilasan hidung secara teratur belum terbukti dapat mencegah infeksi pernapasan.

9. Apakah betul mengkonsumsi bawang putih dapat mencegah infeksi virus Corona? 

Bawang putih adalah makanan sehat, yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti bahwa makan bawang putih dapat melindungi orang dari virus Corona.

10. Apakah mengoleskan minyak wijen di tubuh dapat menangkal virus Corona?

Tidak. Minyak wijen tidak dapat membunuh virus Corona. Ada beberapa disinfektan kimia yang dapat membunuh virus di permukaan. Misalnya, disinfektan berbasis pemutih / klorin, pelarut eter, etanol 75 persen, asam perasetat dan chloroform.

11. Apakah virus Corona hanya menginfeksi orang dewasa/lansia saja, ataukah kaum muda juga bisa kena?

Orang dari semua usia dapat terinfeksi virus Corona. Namun, lansia dan orang-orang dengan komplikasi medis sebelumnya seperti asma, diabetes, atau jantung lebih berisiko.

Berita Terkait : dr Corona dari Muhammadiyah Pimpin Tim Lawan Virus Corona

WHO menyarankan orang dari segala usia, untuk sigap melindungi diri dari ancaman virus Covid-19. Antara lain, dengan menjaga kebersihan tangan dan saluran pernapasan.

12Apakah antibiotik efektif dalam melindungi dan mengobati virus Corona?×

Tidak. Antibiotik bekerja memerangi bakteri. Bukan virus. Karena Corona adalah sejenis virus, maka antibiotik semestinya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati.

Namun, bila terpaksa dirawat karena virus, Anda bisa saja diresepkan antibiotik. Sebab, mungkin saja terjadi infeksi virus yang ditumpangi bakteri.

13. Apakah ada pengobatan tertentu untuk mencegah atau mengobati virus Corona?

Sampai saat ini, belum ada pengobatan tertentu yang direkomendasikan untuk mencegah atau mengobati virus Corona.

Mereka yang positif terinfeksi virus, harus mendapat perawatan yang tepat untuk mengobati gejala. Sedangkan mereka yang kondisinya parah, harus mendapat perawatan pendukung yang optimal.

Beberapa pengobatan spesifik terkait virus Corona kini masih terus diteliti, dan masih akan melalui uji klinis. WHO membantu mempercepat upaya penelitian, dan pengembangan dengan sejumlah atau mitra. [HES]