RMco.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 belum juga mereda. Banyak yang hal tak terduga yang terjadi saat pandemi ini. Salah satunya menjadi penderita virus Covid ini. Adalah Rahmat Agustiar, pengusaha muda yang baru saja dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Rahmat mengatakan sangat senang saat dirinya dinyatakan sembuh dari Covid setelah menjalani perawatan 15 hari.

Terbilang singkat? Dapat dikatakan iya. "Banyak sekali yang membukakan mata saya kala menjadi penyintas penyakit ini, " kata Rahmat di Jakarta, Senin (5/10).

Berita Terkait : Selama PSBB, Satpol PP Jaktim Tindak 6.243 Orang Pelanggar Protokol Kesehatan

Saat pandemi seperti sekarang ini, Rahmat tidak bisa berdiam diri. Sebagai pengusaha muda yang juga menjadi Bendahara OK OCE ini masih terus menjalankan bisnisnya. "Saya bertemu dengan orang, kolega bisnis, dan lain-lain. Dalam setiap agenda pertemuan, saya selalu mengikuti protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak," ungkap Rahmat.

Ia menceritakan bagaimana awal dirinya terserang virus Covid. Suatu hari tubuh saya merasa tidak enak, gejalanya seperti flu, namun saya tidak dapat mencium bau dan indra perasa saya mati rasa. "Saya mulai khawatir, gelisah. Akhirnya memutuskan untuk melakukan Swab dan PCR, ujar Rahmat.

Saat saya dinyatakan positif, Rahmat mengikuti semua prosedural. Saya pikir, karena usia saya masih 26 tahun, 15 hari perawatan saya sembuh dari Covid-19, " lanjutnya.

Berita Terkait : Bawaslu Minta Polri Bantu Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan

Saat ini Rahmat sudah sehat dan beraktivitas normal. Namun, ia juga masih bertanya-tanya mengapa bisa terkena virus ini? Menurutnya, yang paling terpenting dalam hal masa darurat kesehatan ini adalah menjalani protokol kesehatan. "Kalau ada gejala yang mencurigakan, sebaiknya kita langsung periksa ke RS," pesan Rahmat.

Masih banyak masyarakat yang takut memeriksakan jika ada gejala-gejala atau lingkungan terdekatnya terkena virus ini, Rahmat mengusulkan pemerintah untuk lebih meringankan biaya pada mereka. "Mulai dari tes swab, PCR, hingga perawatan inap, " ungkap Rahmat.

Ia menambahkan dengan adanya keringanan itu, masyarakat tidak perlu takut lagi untuk memeriksakan diri. "Yang terpenting dari semua itu adalah terus menjaga kesehatan tubuh dengan taat melaksanakan protokol kesehatan," pungkas Rahmat. [SRI]