RMco.id  Rakyat Merdeka - Virus Corona ternyata juga bisa menyebar di udara dari orang yang terinfeksi sejauh 1,8 meter. Hal itu diungkap Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), dalam sebuah pembaruan informasi yang dirilis di situs resmi CDC, Senin (5/10).

CDC menyebut, virus Corona bisa tersebar lewat partikel-partikel kecil yang mampu bertahan di udara, dan menginfeksi orang dengan jarak yang sebelumnya dianggap aman. "Pembaruan hari ini mengakui adanya beberapa laporan yang dipublikasikan, yang menunjukkan keadaan terbatas dan tidak biasa. Orang dengan dengan Covid-19, ternyata mampu menginfeksi orang lai,n yang berjarak lebih dari 6 kaki (1,8 meter). Atau, tak lama setelah orang yang positif Covid-19 meninggalkan suatu lokasi," kata CDC seperti dilansir Boomberg, Selasa (6/10).

Perubahan ini cocok dengan bukti ilmiah yang menyebut bahwa Sars-CoV-2 dapat ditularkan melalui udara, pada jarak yang lebih besar, ketimbang yang dipahami pada tahap awal pandemi.

Berita Terkait : Tenang, Kunci Pasien Covid-19 Cepat Sembuh

Ada indikasi CDC bergerak menuju pembaruan panduannya. Bulan lalu, CDC memposting dan kemudian menghapus pedoman tentang transmisi udara. Menyatakan hal itu sebagai draf yang diposting dalam kesalahan. Panduan baru itu hadir ketika pandemi tampaknya bergeser ke fase yang lebih intens di AS.

Di 34 negara bagian, rata-rata tujuh hari kasus baru lebih tinggi daripada sebulan yang lalu, dan penyebaran virus di Gedung Putih tampaknya meluas. Pada saat yang sama, sekolah-sekolah dibuka kembali, negara-negara bagian seperti Florida telah mencabut pembatasan restoran dan bisnis lainnya, dan pendekatan cuaca dan liburan yang lebih dingin mendorong lebih banyak orang di dalam ruangan untuk bersosialisasi.

Linsey Marr, seorang ahli tentang penularan virus di Virginia Tech, dalam sebuah tweet yang menyebut pembaruan informasi itu akurat dan sangat dibutuhkan. Agar orang menyadari pentingnya penggunaan masker dan ventilasi yang baik untuk menekan laju penyebaran Covid-19.  

Berita Terkait : Vaksin Paling Efektif Adalah Perubahan Perilaku

Dalam surat terbuka pada Juli 2020, sebanyak 239 ilmuwan mendesak Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengenali potensi penyebaran udara.

Direktur CDC Robert Redfield juga telah mengakui adanya bukti penyebaran udara dalam Sidang Senat bulan lalu. Namun, ia mengaku masih akan merapikan dokumen sebelum diterbitkan. 

Pembaruan ini tidak mengubah rekomendasi CDC tentang cara melindungi dari infeksi dengan mengenakan masker, menjaga jarak sejauh 1,8 meter, mencuci tangan, membersihkan permukaan, dan tinggal di rumah ketika sakit. "Rekomendasi CDC tetap sama berdasarkan ilmu pengetahuan yang ada, dan setelah tinjauan teknis menyeluruh dari panduan," kata rilis berita tersebut. [FAQ]