RMco.id  Rakyat Merdeka - Berenang adalah salah satu berenang yang disukai orang, karena memiliki banyak manfaat dan relatif tidak menimbulkan cedera. Yang jadi pertanyaan, amankah berenang di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini? Apakah aktivitas renang dapat memicu penyebaran Covid-19?

Soal ini, Ahli Epidemiologi Griffith University, Australia, Dicky Budiman mengatakan, sejauh ini belum ada laporan pasien Covid-19 yang terinfeksi di kolam renang, atau tertular dari aktivitas berenang. 

"Virus Corona tidak ditularkan melalui air atau waterborne diseases. Sehingga, potensi tertular Covid-19 termasuk minim," kata Dicky melalui pesan singkat kepada RMco.id, Minggu (18/10).

"Virus tidak bisa bertahan lama di kolam renang, karena kolam renang mengandung klorin," lanjutnya.

Berita Terkait : Tembus Ke Angka 361.867, Kasus Positif Bertambah 4.105

Klorin adalah unsur kimia berlambang CI, yang sering digunakan untuk menjernihkan air. Klorin juga disebut sebagai salah satu zat yang sering digunakan untuk disinfektan.

Dicky mengingatkan, meski virus Corona tak tergolong waterborne, kita tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan di areal kolam renang. Memakai masker, menjaga jarak hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir wajib dilakukan. 

"Yang penting diperhatikan, bukan berenangnya. Tapi suasana di kolam renang. Bagaimana tingkat kepadatan orang di kolam renang, seberapa jauh jarak kita dengan orang lain ketika berbicara di kolam renang. Itu yang dapat menimbulkan droplet dan aerosol, yang bisa saja mengandung virus Covid-19. Itu yang harus jadi perhatian," papar Dicky.

Terkait hal itu, Dicky menyarankan agar pengelola kolam renang memastikan kapasitas orang yang diperkenankan masuk. Maksimal, dalam satu waktu, 1 orang per 4 meter persegi.

Berita Terkait : Hari Ini, 232 Pasien Covid-19 Di RS Darurat Wisma Atlet Sembuh Dan Boleh Pulang

"Kalau misalnya, kolam renang itu seluas 100 meter persegi, ya dibagi 4 meter persegi. Berarti, cuma ada 25 orang yang bisa berenang dalam satu waktu," terangnya.

Dicky juga menilai perlunya register online kepada setiap pengunjung kolam renang. Supaya, setiap ada yang tertular, bisa mudah terdeteksi dan menelusuri kontaknya.

Pastikan juga, orang yang ikut berenang bukan orang yang berisiko tinggi. Bukan lansia, atau sedang sakit.

Untuk meminimalkan risiko, Dicky menyarankan, agar pengunjung kolam renang pada diklasifikasikan sesuai kelompok usia, pada hari yang dikhususkan. 

Berita Terkait : Kasus Positif Naik 4.301, Totalnya Kini 357.762

"Jadi, ada jadwal khusus untuk lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Itu akan lebih menjamin," pungkas kandidat PhD Global Health Security, Center for Environment and Population Health, Griffith University, Australia itu. [SAR]