Ini Cerita SBY Soal Mendiang Ibu Ani

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono  semasa merawat istri tercinta, Ibu Ani di National University Hospital Singapura. (Foto: IG @aniyudhoyono)
Klik untuk perbesar
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono semasa merawat istri tercinta, Ibu Ani di National University Hospital Singapura. (Foto: IG @aniyudhoyono)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menyimpan duka mendalam atas kepergian istri tercintanya, Ibu Ani atau Kristiani Herrawati binti Sarwo Edhie Wibowo.

SBY tak mampu membendung air matanya, saat bersalaman dan berpelukan dengan sejumlah tokoh yang melayat ke rumah duka di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/6). Dua putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dan Edhi Baskoro Yudhoyono alias Ibas, juga sama seperti sang ayah. Air mata menggenang di pelupuk mata keduanya.

Di pendopo, tempat jenazah Ani disemayamkan, suasana haru menyelimuti. Kalimat tahlil terus menggema saat peti jenazah itu dipindahkan dan diletakkan di Pendopo pada pukul 10.15 WIB.

"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para sahabat yang hadir maupun di seluruh Tanah Air, atas ketulusan mendoakan Ibu Ani," ucap SBY.

Nada suaranya bergetar. SBY seperti tampak berusaha tegar, tapi kesedihan yang mendalam tak bisa disembunyikan. Tuturannya emosional. Dia menceritakan, betapa kuatnya ibu Ani berjuang melawan kanker darah yang menggerogoti tubuhnya.

Baca Juga : Soal Upah Buruh, Ini Penjelasan Aice

"Ibu Ani tahu bahwa penyakitnya sangat berat, ganas, sangat agresif, tetapi dia mengatakan kepada saya, 'saya pasrah tetapi tidak akan pernah menyerah, never give up, never give up,'," tutur SBY menirukan perkataan mendiang istrinya.

Kekuatan ini membuat ibu Ani bertahan. Pada 31 Mei, perawat dan petugas medis memperkirakan ibu Ani akan meninggal. Ini berdasarkan statistik dari indikator yang ada di layar monitor. Tetapi, Ibu Ani masih berusaha bertahan selama 24 jam kemudian.

"Perawat mengatakan she is really strong woman. Saya bersyukur, ada yang mengucapkan seperti itu," ucap SBY.

Bahkan, di saat-saat terakhir kehidupannya, ibu Ani masih punya kekuatan. Presiden RI ke 6 itu bertutur, saat itu, ibu Ani dibuat dalam kondisi deep sleep. Secara logika, dia tidak bisa lagi mendengar. Terputus dari dunia luar.

Namun, ajaib, ketika SBY dan keluarga membisikkan harapan ke telinga ibu Ani, dia merespon dengan meneteskan air mata di sudut matanya. "Itu berarti Ibu Ani mendengar. Saya ambilkan tisu, saya bersihkan titik-titik air matanya yang menggenang, tapi air mata saya pun menetes di keningnya," kenang SBY.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Matanya berkaca-kaca. "Saya menyatukan air mata itu. Saya mohon kepada Allah. Ya Tuhan, inilah bersatunya air mata kami, air mata cinta, air mata kasih, air mata sayang," lanjut SBY. Nada suaranya bergetar. Nafasnya agak terengah-engah.

Beberapa saat kemudian, tutur SBY melanjutkan ceritanya, segalanya berlangsung cepat. "Ibu Ani dengan sangat tenang, tidak ada goncangan, menghembuskan nafasnya yang terakhir," tuturnya. AHY dan istrinya, Anissa Pohan, mengelus lengan dan pundak sang ayah, berusaha menenangkan. "Setelah itu, saya... cium keningnya. Saya ucapkan, selamat jalan istri tercinta...," sambung SBY.

Beberapa pelayat tak bisa menahan haru mendengarnya. Mereka menangis tersedu-sedu. SBY kemudian mengungkapkan, banyak hal yang sudah direncanakan, akan dilakukan ibu Ani jika sudah sembuh. Dari mengantar cucu-cucu sekolah, kembali berkebun, serta kembali ke dunia fotografi yang selama ini digelutinya.

"Juga ingin bertemu saudara-saudara rakyat Indonesia dalam suasana yang relaks, bebas dari politik dan kepentingan apapun," ungkap SBY.

Namun, kata SBY, Allah tidak mengizinkan ibu Ani menjalankan rencana dan cita-citanya. "Oleh karena itulah, kami sekeluarga ingin mewujudkan cita-cita Ibu Ani yang sederhana, yang bisa dilakukan oleh manusia," janji SBY.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Ia pun memohon doa bagi sang istri, agar diterima di sisi Tuhan. Dia juga memohon agar keluarga diberikan keikhlasan. "Saya mohon doanya agar Bu Ani diterima oleh Allah, tenang dan bahagia. Semoga kami diberikan ketabahan, keikhlasan untuk melepas kepergian Bu Ani, dan Insya Allah apa yang dimimpikan Ibu Ani, akan kami wujudkan," pinta SBY.

SBY pun berencana mengabadikan cerita itu dalam bentuk tulisan. "Ada seorang manusia biasa yang terlahir dengan nama Kristiani Herrawati, kemudian menjadi Ani Yudhoyono yang berpikir mulia dengan segala kelebihan dan kekurangannya, to serve this nation," puji SBY.

Ibu Ani, selalu berbaik sangka meski kerap difitnah dan di-bully. "Bu Ani tetap katakan kami saling memperkuat hati kami masing-masing. Saya akan tulis Insya Allah dengan doa dan dukungan para sahabat, mudah-mudahan menjadi kenangan yang indah," ujarnya.

Usai SBY memberikan sambutan, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar memimpin doa untuk Ibu Ani. Setelah itu, KH Ma'ruf Amin memimpin shalat jenazah. [OKT]