Sebelumnya 
Fokus kepolisian kini ada dua. Pertama, menenangkan warga agar tidak terhasut informasi yang meresahkan. Sementara yang kedua, memburu provokator dan pelaku pembakaran rumah itu. Saat ini penyidik sedang mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk mengungkapnya.

"Setiap peristiwa pasti ada yang melatarbelakangi. Polisi dibantu masyarakat, sedang merangkum bukti-bukti untuk mengungkap siapa oknum provokator dan pelaku pengrusakan rumah warga hingga pelaku penganiayaan, yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia," tegasnya.

Baca Juga : Telkomsel Luncurin Paket Data Terjangkau Untuk Perguruan Tinggi

Selain itu, kepolisian dan TNI juga upaya untuk mendamaikan warga di kedua desa tersebut. "Hari ini proses rekonsiliasi dilanjutkan dipimpin oleh Kapolda Sultra dengan mengundang seluruh tokoh yang ada di wilayah Buton," ungkap Harry.

Terpisah, Kapolda Sulteng Brigjen Iriyanto mengatakan, warga yang rumahnya terbakar dalam bentrokan itu akan mendapat kompensasi dari pemerintah. "Saya sudah koordinasi dengan gubernur. Gubernur akan memberikan kompensasi dan penggantian," ujar Iriyanto di Buton, Kamis (6/6) seperti dikutip Kantor Berita Antara.

Baca Juga : Perta Arun Gas Gali Potensi Bisnis di Kuwait

Kapolda turun langsung meninjau kerusuhan dengan didampingi Bupati Buton La Bakri. Kapolda juga memastikan, korps baju cokelat bersama TNI akan bersama-sama membangun rumah-rumah korban kebakaran itu.

Dia berharap kedua belah pihak yamg bertikai untuk menahan diri dan berdamai. "Apalagi ini adalah hari yang sangat kita tunggu-tunggu yaitu hari yang fitri (Lebaran Idul Fitri)," harapnya. [OKT]