Polsek Ciracas Dibakar Massa

50 Pistol Gosong, Mobil Ditutup Terpal

Klik untuk perbesar
Polsek Ciracas Jakarta Timur, yang diserbu dan dibakar pada Rabu (12/12) dinihari. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ratusan massa Rabu (12/12) dini hari, menyerbu Polsek Ciracas. Markas korps baju coklat itu dibakar. Seluruh kendaraan yang terparkir di sana dirusak. Pelakunya diduga oknum tentara. Tangkap pelakunya!

Penyerbuan dan pembakaran Polsek Ciracas terjadi sekitar pukul 00.30 dini hari. Ratusan massa yang datang dengan menggunakan sepeda motor, menggeruduk kantor polisi yang terletak di Jalan Raya Bogor itu. Dari video yang beredar di media sosial, ratusan massa ini hendak mencari pelaku kasus penganiayaan terhadap rekan mereka. Massa juga hendak menanyakan perkembangan kasus itu. Peristiwa penganiayaan itu menimpa seorang anggota TNI AL, Kapten Komaruddin, di kawasan pertokoan Arundina, Cibubur, sehari sebelum perusakan terjadi.

Ketika itu, Komaruddin mengecek kondisi knalpot yang berasap, yang baru diperbaiki di bengkel. Dia bersama anaknya, Saka namanya. Seorang juru parkir tiba-tiba menggeser motor, sehingga kepala Komaruddin membentur kendaraannya. Lelaki berusia 48 tahun ini pun menegur juru parkir. Tidak terima, Komaruddin malah dipukuli. Anggota TNI AD Pratu Rivo Maulana yang kebetulan lewat, coba melerai. Apes, ia malah ikut jadi sasaran amuk petugas parkir yang kira-kira berjumlah tujuh hingga sembilan orang.

Selanjutnya, Rivo melarikan Komaruddin beserta anaknya ke Barak Remaja Paspampres KPAD Cibubur, dengan cara dibonceng menggunakan motor. Satu pelaku ditangkap. Namun, disebut kedua belah pihak, yakni pelaku dan korban, sudah berdamai secara kekeluargaan. Dari laporan tertulis, massa datang ke Polsek Ciracas pada Selasa (11/12) malam, pukul 19.00 WIB untuk mempertanyakan perkembangan kasus itu.

Baca Juga : Besanan, Amien Vs Zulhas Perang Keluarga

Kapolres Jaktim Yoyon Tony Surya Putra menyampaikan kepada massa, penanganan kasus dilakukan dalam waktu dua hari dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Massa kemudian diminta pulang oleh Dandim dan Danrem  yang mencoba melerai dan menengahi. Nurut, massa meninggalkan Polsek Ciracas, namun kembali berkumpul pukul 22.20 WIB. Sebagian menuju ke Polsek Ciracas, sebagian lagi ke Arundina.

Jalan raya di depan Polsek Ciracas ditutup, lalu lintas dari Pasar Rebo arah Cililitan dan sebaliknya lumpuh. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut, massa kembali ditemui Kapolres Jaktim Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra dan Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widartono. Mereka mencoba menenangkan massa. Namun, massa tak puas.

Dari video yang beredar di sejumlah media sosial, tampak seorang polisi yang berusaha menenangkan massa, malah dikata-katai. Kehilangan kesabaran, massa yang sedikitnya berjumlah 200 orang mulai melakukan penyerangan dan perusakan. Sejumlah kendaraan yang terparkir di tepi halaman sisi kanan Polsek Ciracas, dihancurkan. Motor-motor yang terparkir juga dihancurkan. Paska perusakan, mobil-mobil yang sebagian besar merupakan mobil dinas kepolisian itu ditutupi terpal biru. Rabu (12/12) siang, sekitar pukul 1, dilakukan evakuasi dengan mobil derek.

Massa lain mengobrak-abrik kantor polisi. Kaca-kaca dipecahkan. Barang-barang dibanting-banting. Sampai akhirnya, massa membakar bangunan itu. Api berkobar diiringi asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke langit. Empat mobil damkar diterjunkan untuk memadamkan kebakaran. Akibat kebakaran, menurut laporan tertulis, 50 pucuk senjata api laras pendek terbakar. Untungnya, 8 pucuk senjata api laras panjang selamat dari pembakaran itu karena berada terpisah yakni dalam lemari penjagaan.

Baca Juga : KPK Bertepuk Sebelah Tangan

Rabu (12/12) siang, sepanjang pagar Polsek Ciracas ditutupi tripleks. Terpasang pula garis polisi berwarna kuning. Massa juga melakukan penyerangan terhadap 20 polisi yang ada di sana. Akibatnya, tiga anggota polisi, termasuk Kapolsek Ciracas, terluka. Kekerasan juga dilakukan massa di luar Polsek. Warga, dihalau dan dihardik.

Berdasarkan kesaksian beberapa warga, ada yang ditampar dan ditempeleng ketika ketahuan mengambil gambar lewat HP. Ada pula yang sampai dipukuli. Beberapa rumah, yang diduga milik pelaku pengeroyokan dua anggota TNI, diporak-porandakan. Barang-barang dibanting. Kaca-kaca dipecahkan. Dari foto yang beredar suasananya mirip kapal pecah.

Seorang jurnalis Kompas TV juga jadi korban. Pada malam mencekam itu, jurnalis perempuan ini hendak pulang ke rumahnya di kawasan Cibubur dengan mobil antar-jemput yang berlogo Kompas TV. Tiba-tiba, sekelompok massa berbadan tegap dan berambut cepak menghadang mobil itu. Dengan kasar, mereka menggedor-gedor badan mobil. Ketika jendela dibuka, seorang dari massa berupaya merebut HP yang dipegang sang jurnalis. Sang jurnalis sudah menjelaskan, saat itu dia tidak sedang meliput. Juga, tak mengambil gambar insiden itu. Dia hanya ingin pulang.

Tapi pelaku tak percaya. Tarik menarik pun terjadi. Kalah tenaga, HP itu terebut. Lalu, pelaku membanting dan menginjak-nginjak HP itu. Pelaku lain, menyayat ban mobil. Produser Eksekutif Kompas berniat melaporkan kejadian ini.

Baca Juga : Selama Natal dan Tahun Baru, Pertamina Kasih Diskon Avtur 20 Persen

Situasi baru bisa dikendalikan setelah Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis dan Pangdam Jaya Mayjen Joni Supriyanto datang ke lokasi pukul 01.20 WIB, Rabu (12/12). Irjen Idham mengaku belum mengetahui siapa massa yang merusak dan membakar Polsek. Dia pun memerintahkan anak buahnya untuk bisa mengamankan semua pelaku pengeroyokan terhadap dua anggota TNI, dalam waktu 2x24 jam.

Kapolres Jaktim menyanggupinya. Polisi memenuhi janjinya. Pagi harinya,  pukul 08.30 WIB, Polres dan Polsek dibantu Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang pelaku pengeroyokan dua anggota TNI. Pelaku berinisial AP ini disebut memprovokasi pengeroyokan. Dia juga berperan memegang korban dan kemudian ikut melakukan pemukulan. Polisi masih memburu tiga pelaku lain. [OKT]