RMco.id  Rakyat Merdeka - Kemacetan lalu lintas di ruas tol saat arus balik, tak terhindarkan. Rupanya, selain dipicu meningkatnya volume kendaraan yang melintas di tol saat arus balik, kemacetan juga disebabkan oleh banyaknya mobil yang parkir di bahu jalan tol. Baik di sisi kiri maupun kanan jalan.

"Minggu (9/6) malam, saya menyusuri jalan tol dari Cirebon ke Jakarta. Saya melihat sendiri mobil yang parkir sembarangan di bahu jalan tol. Itu membuat arus tersendat," ungkap Staf Ahli Menteri Perhubungan Bambang S Ervan lewat pesan Whatsapp kepada RMco.id, Senin (10/6).

Karena volume kendaraan yang besar, arus yang tersendat itu pun akhirnya menimbulkan kemacetan yang luar biasa. Bambang pun mengirimkan bukti video untuk menunjukkan adanya mobil-mobil "nakal" yang parkir di jalan tol.

Berikut videonya:

Baca Juga : Telkomsel Luncurin Paket Data Terjangkau Untuk Perguruan Tinggi

Dalam video berdurasi 1 menit 25 detik itu terlihat, bukan hanya satu dua mobil yang parkir. Tapi, cukup banyak.

Untuk diketahui, pemerintah telah melakukan berbagai upaya mengantisipasi arus mudik dan balik Lebaran 2019. Mulai dari pembangunan Tol Trans Jawa, hingga pemberlakuan sistem one way atau satu arah, dan contraflow atau lawan arah di jalan bebas hambatan itu. Namun, kemacetan tetap tak bisa dihindari.

Seperti yang dialami Yusmanto, pemudik asal Purwokerto, Jawa Tengah. Dia mengaku beberapa kali terjebak kemacetan panjang, se­lama melakukan perjalanan balik ke Jakarta.

Yuswanto berangkat dari kampung halaman­nya menuju Jakarta, Sabtu (8/6) sekitar pukul 18.00 WIB. Begitu masuk tol, Yuswanto langsung disambut kemacetan. Dia bilang, sepanjang perjalanan pulang ke Jakarta, dari arah Purwokerto sudah padat merayap.

Baca Juga : Perta Arun Gas Gali Potensi Bisnis di Kuwait

“Kecepatan kendaraan tidak bisa lebih dari 30 Kilometer (Km) per jam,” kata Yusmanto.

Yusmanto mengaku menempuh perjalan­an lebih dari 15 jam sejak berangkat dari Purwokerto hingga tiba di Kilometer 65 Dawuan, Tol Jakarta-Cikampek pada arus balik Lebaran 2019. “Sampai di Dawuan, Cikampek sekitar pukul 11.00 WIB, berarti sudah 15 jam sejak jam keberangkatan,” ucapnya.

Junius, pengguna jalan tol lainnya menga­lami hal yang sama. Berangkat dari Km 97 Tol Purbaleunyi sekitar pukul 23.30, WIB, dia baru sampai di rumahnya di Pondok Gede sekitar jam 02.30 WIB. “Padahal biasanya satu sampai 1,5 jam,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, sejak masuk Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta, sudah disam­but macet. “Perjalanan kemudian lancar seben­tar, sebelum kembali macet,” ujarnya. Sebelumnya, untuk arus balik, sistem satu arah diberlakukan di Tol Trans Jawa. Mulai dari Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah, hingga Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat. Total, sistem satu arah memakai jalan tol sepanjang 410 Km.

Baca Juga : Perbankan Jadi Tulang Punggung Pemulihan Ekonomi

Korlantas Polri juga sudah memperpanjang waktu pelaksanaan sistem satu arah di jalur ini hingga pukul 24.00 WIB. Sedianya, waktu pelaksanaan sistem satu arah hingga Minggu (9/6) pu­kul 07.00 WIB. Perpanjangan waktu sistem satu arah ini dilakukan untuk mengurai arus kendaraan. [OKT]