Tersangka Makar Jadi Penurut, Kan Enakan Di Luar...

Tersangka kasus dugaan makar, Lieus Sungkharisma saat penahanannya ditangguhkan. (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Tersangka kasus dugaan makar, Lieus Sungkharisma saat penahanannya ditangguhkan. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Bagaimana nasib para tersangka makar yang ditangkap Polisi? Mereka dalam kondisi sehat. Tapi kini mereka seperti macan berubah jadi kucing. Itulah yang ditunjukkan Lieus Sungkharisma. 

Tersangka makar yang penahanannya ditangguhkan sejak 3 Juni ini sekarang lebih penurut, tidak galak lagi. Diwajibkan lapor 2 minggu sekali ke Mapolda Metro Jaya, Lieus patuh.Dia tak mau jadi tersangka bandel karena merasakan ternyata hidup di luar penjara lebih nikmat ketimbang berada di balik jeruji besi. 

Kemarin, merupakan jadwal perdana Lieus wajib lapor ke Mapolda Metro Jaya. Lieus datang sekitar pukul 3 siang.“Saya ini kan harus datang tiap Senin dan Kamis, ya kita patuhi dong ketimbang di dalam, kan lebih enak di luar,” beber Lieus sambil tersenyum. 

Tak sekadar wajib lapor. Kedatangan Lieus sekalian menjenguk Eggi Sudjana, rekannya yang juga jadi tersangka makar yang kini masih mendekam di penjara. 

Saat Lieus masih mendekam di sel Mapolda Metro Jaya, sel keduanya bersebelahan. Lieus di sel nomor 2, Eggi nomor 3. Gimana kondisi Eggi? Kata dia, Eggi sehat.Namun, keluarganya yang terpukul dengan penetapan tersangka dan penahanan politikus PAN itu. “Biar bagaimana, biasa kumpul apalagi Lebaran,” ungkap Lieus.

Memang Eggi tak seberuntung Lieus. Permohonan penangguhan penahanannya ditolak pihak kepolisian. Tak ayal, Lebaran tahun ini, Eggi harus merayakan di rutan Polda Metro Jaya. 

Baca Juga : Prototipe Vaksin Demam Babi Afrika Sudah Siap Diproduksi

Meskipun berlebaran dengan keluarga, waktu Eggi terbatas. Cuma 45 menit. Putra Eggi, Hisbullah membawa opor ayam untuk sang ayah, agar ada suasana lebarannya. Hal lain yang dikeluhkan Eggi kepada Lieus soal minimnya akses informasi. 

Selama ditahan di Rutan Polda Metro, Eggi tidak membaca berita-berita di media massa. Dia meminta Lieus membawakan kliping berita.“Dia bilang, ‘lu kalau datang berita-berita dong,’ hehehe. Kasihan dia, kasihan,” tutur Lieus. 

Saat resmi keluar sel pada 3 Juni lalu, Lieus sangat bersyukur. Meskipun hanya beberapa hari meringkuk di sel, Lieus sangat stres. Berat badannya turun sampai 8 kilogram. 

“Di luar, turun setengah kilo saja susah, ini dua minggu 8 kilogram. Bagi yang mau diet susah, masuk ke dalam (rutan) minta pasalnya makar. Dijamin kurus,” kata Lieus, saat itu. 

Selain Lieus, di hari yang sama, kepolisian juga mengabulkan penangguhan penahanan tersangka kasus hoaks, Mustofa Nahrawardaya. 

Saat itu, Nara-sapaannya, berencana terbang ke Bengkulu keesokan harinya. Nara ingin berlebaran di sana. Dia pun dijadwalkan menjadi Khatib Salat Ied di Muhammadiyah Bengkulu. Tapi rencana itu batal, meskipun dia sudah keluar sel. 

Baca Juga : Dompet Dhuafa Luncurkan Aplikasi Barzah

Bukan hanya ke Bengkulu, Nara juga batal mudik ke kampung halamannya di Bugel, Klaten, Jawa Tengah. Kepastian ini diketahui dari postingannya di Instagram, @tofagarislurus, Minggu (9/6). Captionnya, “Ga Mudik”. 

Di hari pertama Idul Fitri, Nara mengunggah foto dan video di akun Twitter barunya, @TofaGarisLurus setelah sholat Ied di dekat rumahnya. 

Dalam video itu, Nara mendorong seorang perempuan di kursi roda. Sepertinya, ibunya. Sementara sang istri memegang handphone dan merekam. Dia juga sempat mengunggah foto rumahnya yang ramai dikunjungi tamu. 

Hari berikutnya, tepatnya Kamis malam, Nara bersilaturahmi ke kediaman eks ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Yang pasti, sama seperti Lieus, Nara kini lebih jinak. Cuitan-cuitan yang biasanya keras terhadap pemerintah, kini lebih adem, meski masih satir. 

Dia juga kerap mengunggah foto kucingnya. Dia memang menghindari cuitan seputar Pilpres atau rusuh 22 Mei. Orangorang yang meminta pendapat soal sebuah informasi, apalagi terkait Pilpres atau peristiwa 22 Mei, tidak ditanggapinya. 

Sementara dua orang lainnya, eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko dan Mayjen (Purn) Kivlan Zen berlebaran di rutan yang sama, Rutan Militer Guntur. Saat Idul Fitri, Soenarko sempat membuat video. Video itu diunggah @BertemanM di Twitter, pada Kamis (6/6). Dalam video berdurasi 56 detik itu, Soenarko tengah berada di sebuah ruangan yang mirip ruang pertemuan. 

Baca Juga : PM Lee: Tenang Saja, Virus Flu Wuhan Tak Seganas SARS

Ada beberapa orang dalam ruangan itu. Berbaju koko putih lengan pendek, tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal itu diapit seorang perempuan berbaju dan berkerudung hijau di sisi kirinya serta lelaki berkemeja putih di sisi kanannya. Ketiganya membelakangi sebuah meja oval besar. Ada toples berisi kue di meja itu. 

Soenarko mengawali video dengan mengungkapkan kondisi dirinya yang sehat dan baik-baik saja selama berada di dalam rutan.“Saya masih di Guntur, sehat-sehat, pada hari raya idul fitri ini walaupun saya tetap berada di Guntur masih bisa bertemu dengan keluarga,” kata Soenarko. 

Raut wajah Soenarko tampak santai, tanpa beban. Perempuan di sebelahnya terus tersenyum. Soenarko kemudian memohon maaf lahir dan batin. Dia mengingatkan seluruh rakyat Indonesia agar terus bersilaturahmi.“Saya mohon pada bapak ibu saudara sekalian yang kebetulan ada di luar Guntur bisa memanfaatkan hari raya ini untuk bisa bersilaturahmi,” tuturnya. 

Pesan Soenarko lainnya, yang jadi penutup video, ajakan menggalang kekuatan untuk membangun Indonesia yang adil, makmur dan jujur. Bagaimana dengan Kivlan Zen yang jadi tersangka makar? Rakyat Merdeka mencoba mengontak pengacaranya, Djuju Purwantoro. Namun, Djuju yang juga pengacara Mustofa Nahrawardhaya ini, tidak merespon. [OKT]