RMco.id  Rakyat Merdeka - Peserta unjuk rasa sidang kedua sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengatasnamakan diri Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) akhirnya membubarkan diri pukul 16.02 WIB, sore ini. Sebelum bubar, massa sempat melaksanakan salat Ashar berjamaah di badan jalan Bundaran Patung Kuda, Jakarta.

Baca Juga : Dompet Dhuafa Dan Tokopedia Gelar Rapid Test Massal 17 Provinsi

Asep Syarifuddin yang mengaku diminta mewakili Abdullah Hehamahua, mantan penasehat KPK yang menjadi koordinator lapangan (Korlap) aksi tersebut, dalam arahannya sebelum bubar menyampaikan akan meminta Persatuan Alumni 212 (PA 212) mengerahkan massa yang lebih besar di aksi selanjutnya.

Baca Juga : Angka Kekerasan Masih Tinggi, Ini Pinta Ingrid Kansil Di Hari Anak Nasional

"Kami meminta DPP PA 212 dan daerah untuk mengirimkan delegasinya. Dari segenap lainnya. Jangan takut, gerakan kita konstitusional," ujarnya dalam orasinya dari atas mobil komando di bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (18/6).

Baca Juga : Kementan Gelar Sosialisasi Pelaksanaan Kurban Di Masa Pandemi

Tidak tanggung-tanggung, ia bermimpi  pada demo selanjutnya PA 212 dapat menurunkan massa hingga 10 juta orang. "Kita harapkan pada halal bi halal PA 212 minimal 1 juta berkumpul. Kalau bisa 10 juta," teriaknya. [SAR]