Ganggu Ketertiban Umum, Massa Diimbau Tak Turun ke Jalan Saat Putusan MK

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Polda Metro Jaya meminta masyarakat tidak melakukan aksi turun ke jalan, saat Mahkamah Konstitusi (MK) memutus sengketa Pilpres Jumat (28/6) mendatang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, segala bentuk aksi di jalan protokol seperti di depan Gedung MK melanggar undang-undang (UU). Soalnya aksi itu bakal mengganggu ketertiban umum.

"Aksi di jalan protokol depan MK oleh pihak mana pun dilarang, karena melanggar UU Nomor 9 Tahun 98 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum, Pasal 6, yang bisa mengganggu ketertiban umum dan hak orang lain," tutur Argo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/6).

Baca Juga : Gara-gara Corana, Sebagian Alat PON Pakai Bekas Asian Games

Korps baju coklat juga tak mau lagi kecolongan seperti pada insiden rusuh saat demo di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 21 dan 22 Mei lalu.

"Belajar dari insiden Bawaslu, meski disebutkan aksi superdamai, tetap saja ada perusuhnya. Diskresi kepolisian disalahgunakan," sesal eks Kabid Humas Polda Jawa Timur ini.

"Silakan Halal Bihalal dilaksanakan di tempat yang lebih pantas seperti di gedung atau di rumah masing-masing," imbuhnya.

Baca Juga : Toyota Perbanyak Model Mobil Listrik

Argo meminta masyarakat bersabar menunggu hasil sidang sengketa Pilpres 2019 oleh MK, pada 28 Juni nanti. Juga, menerima apa pun hasilnya dengan bijaksana.

"Biarkan Hakim MK bekerja tanpa tekanan, karena semua persidangannya sudah di-cover banyak media secara langsung. Hasil keputusannya pun dipertanggungjawabkan kepada Tuhan YME," tandas Argo.

Untuk diketahui, ajakan untuk hadir ke ‘Halal Bihalal Akbar 212' pada 24 hingga 28 Juni mendatang, beredar luas di media sosial. Selebaran ajakan Halal Bihalal itu mengangkat tema 'Aksi Super Damai, Berzikir, dan Berdoa Serta Bersolawat Mengetuk Pintu Rahmat Di Seluruh Ruas Jalan Di Sekitar Mahkamah Konstitusi'.

Baca Juga : United Tractors Luncurin Scania Baru Untuk Transjakarta

Dalam selebaran juga tertera beberapa nama koordinator lapangan aksi. Mereka adalah Abdullah Hehamahua, Ustadz Abdul Jabar, dan Ustadz Asep Syaripudin. [OKT]