Masih Ramai Pedagang Jualan Di Trotoar

Skybridge Tak Selesaikan Masalah PKL Tanah Abang

Skybridge (Jembatan Penyeberangan Multiguna/JPM) Tanah Abang yang terintegrasi dengan Halte Jak Lingko. (Foto: Marula Sardi/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Skybridge (Jembatan Penyeberangan Multiguna/JPM) Tanah Abang yang terintegrasi dengan Halte Jak Lingko. (Foto: Marula Sardi/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) alias Skybridge tidak menyelesaikan masalah pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sejak JPM beroperasi 7 Desember lalu, sepanjang Jalan Raya Jatibaru sampai Jalan Fachrudin, PKL masih tetap mengokupasi trotoar. Tetap menggelar dagangannya di sana. Padahal, rencananya PKL yang selama ini menyesaki Jalan Jatibaru dan trotoar bakal dilarang.

Tapi faktanya tidak begitu. Memang kondisi semrawutnya sudah berkurang sejak dioperasikannya JPM.

Baca Juga : Gelar Sidang Majelis Syuro, PUI Tetapkan Pimpinan Pusat

Kondisi seperti ini sebenarnya sudah diketahui dari awal. Sebab, sepanjang Jalan Jatibaru ada 650 PKL. Sedangkan yang ditampung di JPM hanya 446 kios. Berarti 104 PKL tak tertampung.  Jumat (14/12), Rakyat Merdeka menelusuri JPM dan Pasar Tanah Abang.

Keluar dari Tapping Gate di lantai 1, ada dua pilihan pintu keluar. Langsung turun ke Jalan Jatibaru atau ke JPM. 

Di JPM, berbelok ke kiri menuju Halte Transjakarta Explorer. Ke kanan arah Blok F dan G. Posisi PKL ada di tengah-tengah Jembatan. Kiri kanannya jalan selebar 4 meter dengan Guiding Block berwarna kuning di masing-masing jalan.

Baca Juga : Menteri BKS: Semua Siap 100 Persen

Setiap kios luasnya 2 meter x 1,5 meter. Ada garis kuning untuk membatasi etalase pedagang. Belum semua kios terisi. Ada berjualan pakaian, makanan dan minuman. Ada beberapa kios yang menyediakan tempat duduk plastik.

Toilet di Skybridge (Jembatan Penyeberangan Multiguna) Tanah Abang, dilengkapi dengan ubin khusus tuna netra. (Foto: Marula Sardi/Rakyat Merdeka)

Fasilitas lain yang tersedia yakni empat bilik toilet di dua titik. Toilet ini disediakan BUMD PAL Jaya. Lantai JPM terasa licin. Padahal, hari itu tidak hujan. Yang membikin tidak nyaman adalah masih ada pengguna jalan yang merokok.

Padahal, di jalur ini padat orang pada pagi dan siang. Jam berangkat dan pulang kerja. Rokok tentunya sangat mengganggu dan membahayakan pengguna lain.

Baca Juga : ASN Ini Langsung Ditahan Polisi

JPM berhasil mengurangi kesemrawutan. Pejalan kaki tidak lagi harus berjibaku di trotoar dengan PKL. Tidak lagi harus bertaruh keselamatan karena berhadapan dengan kendaraan. 
 Selanjutnya