Sering Narsis, Ahok Ngincer Kursi Menteri?

Basuki Tjahaja Purnama saat menjajal MRT Jakarta dikerubuti warga yang ingin memotretnya, Jumat (5/7). (Foto: IG @basukibtp)
Klik untuk perbesar
Basuki Tjahaja Purnama saat menjajal MRT Jakarta dikerubuti warga yang ingin memotretnya, Jumat (5/7). (Foto: IG @basukibtp)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Akhir-akhir ini, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok banyak muncul di ruang publik. Banyak narsis juga. Kemunculan Ahok yang berbarengan dengan waktu penggodokan kabinet Jokowi-Ma’ruf, menjadi tanda tanya sebagian netizen. Apa Ahok lagi ngincer kursi menteri?

Kemunculan mantan Gubernur DKI Jakarta ini sebenarnya memang dinanti-nanti para pendukungnya. Sebab, sebelumnya, Ahok seakan bertapa. Sejak bebas dari penjara pada 24 Januari 2019, Ahok tidak pernah muncul. Dia memilih untuk melakukan aktivitas pribadi secara diam-diam. Baru pada Jumat (5/7) lalu, Ahok muncul di depan publik saat menjajal moda raya transportasi (MRT). Dia naik dari stasiun ASEAN.

Saat itu, Ahok datang bersama rekan-rekannya. Nicholas Sean Purnama, anak sulung Ahok, ikut mendampingi. Momen ini diabadikan Sean. Lewat video Insta Story, ia menulis: Nemenin Papa di MRT. Dalam video itu, juga tampak Ahok berdiri di depan Nicholas Sean sambil melipat tangan. Di seberang peron, terlihat rombongan orang rebutan memotret Ahok lewat ponsel masing-masing.

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Melihat ini, Ahok membalas. Dia mengambil kamera dan mengarahkan lensanya ke arah rombongan itu. Sontak, penumpang di seberang peron berteriak histeris sambil melambaikan tangan. Setelah naik MRT, Ahok berkunjung ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Kisah ini lalu viral di sosial media. Banyak yang mengeluk-elukan Ahok. Selain muncul di ruang publik, program “Ahok Show” di YouTube kabarnya juga bakal segera dirilis. Kabar tersebut dikonfirmasi desainer Lianto Wongso dan Samuel Wongso. Mereka bilang, akan membuat jas untuk keperluan Ahok membawakan program tersebut.

“Kami akan bertemu dengan Pak Ahok untuk membuatkannya beberapa jas. Ya. kan memang katanya Pak Ahok akan membuat Ahok Show,” kata Lianto, baru-baru ini.

Baca Juga : 188 WNI Dari KRI dr Suharso-990 Mulai Jalani Tahapan Observasi

Selain itu, Ahok juga mulai sering mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Salah satunya soal terbitnya izin mendirikan bangunan atau IMB di pulau reklamasi. Ia bahkan secara sengit menyebut Anies pandai bersilat lidah.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mencium adanya gelagat politik yang kental di balik kemunculan Ahok akhir-akhir ini. Apalagi, Ahok memang seorang politisi. “Apakah itu alami atau desain? Tapi dalam politik tidak ada yang alami. Dalam politik, tentu ada rekayasa politik ya,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Senin (8/7) malam.

Dia menduga, Ahok memang sengaja dimunculkan. Seperti saat kehadirannya di Stasiun MRT. Efeknya, Ahok lalu menjadi perbincangan publik. “Seolah-seolah banyak yang menyalami beliau. Terlepas, kita nggak mau berdebat itu alami atau tidak,” analisisnya.

Baca Juga : Cari Nurhadi di Senopati, KPK Pulang dengan Tangan Hampa

Jika yang dilakukan Ahok itu tidak alami, muara dari desain politik yang paling logis adalah perebutan kursi menteri. “Cuma pertanyaannya, Ahok punya konstribusi apa dalam memenangkan Pak Jokowi? Kemudian, Ahok ini mewakili representasi mana?” tanya Pangi.

Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, ikut angkat bicara terkait kemunculan Ahok. Dia yakin, wara-wiri Ahok di ruang publik itu bukan tanpa tujuan. “Apakah anda @basuki_btp ingin jadi menteri, sehingga belakangan ini coba banyak manuver cari perhatian publik? Anda itu mantan Gubernur, tunggu Anies selesai, nanti pilkada lagi silakan ikut,” sentilnya di akun @FerdinandHaean2.

Melihat ini, Politikus muda PDIP Charles Honoris tampil membela Ahok. Ia membantah kemunculan Ahok punya maksud politik. “Pak BTP kan sekarang sudah warga Jakarta biasa, dan tidak sedang ikut kontestasi politik apa pun,” katanya, Senin (8/7). [SAR]