Korban Gempa Halmahera Selatan Kini 6 Orang

Inilah salah satu tempat pengungsian korban gempa Halmahera Selatan, Maluku Utara. (Foto: IG @bnpb_indonesia)
Klik untuk perbesar
Inilah salah satu tempat pengungsian korban gempa Halmahera Selatan, Maluku Utara. (Foto: IG @bnpb_indonesia)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara, kini bertambah menjadi enam orang, dari semula lima orang. Informasi ini disampaikan Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, dalam siaran persnya, Rabu (17/7).

"Lima orang meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan, sedangkan satu orang meninggal di pengungsian," ujar Agus.

Berita Terkait : Pelindo III Bangun Tempat Upacara Melasti

Korban yang meninggal di pengungsian adalah Saima (90), warga Nyonyifi. Saima meninggal di pengungsian daerah dataran tinggi di Desa Nyonyifi, Kecamatan Bacan Timur. Sedangkan korban yang meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan setelah terjadi gempa adalah Aisyah (54), warga Desa Ranga-Ranga, Kecamatan Gane Barat Selatan dan Aspar Mukmat (20), warga Desa Gane Dalam, Kecamatan Gane Timur Selatan. Kemudian, Sagaf Girato (50), warga Desa Yomen, Kecamatan Joronga; Aina Amin (50), warga Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan; dan Wiji Siang (60), warga Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan.

Kabupaten Halmahera Selatan diguncang gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter pada kedalaman 10 kilometer di 62 kilometer Timur Laut Labuha, Maluku Utara. Gempa terjadi pada Minggu (14/7) pukul 16.10 WIB.

Berita Terkait : Korban Corona Tembus 602 dan 5 Tewas, Korea Selatan Siaga Satu

Gempa yang berada di koordinat 0,59 derajat Lintang Selatan dan 128,06 derajat Bujur Timur itu, diikuti puluhan gempa susulan yang sebagian dirasakan warga. Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar Sorong-Bacan.

Hasil analisis mekanisme sumber yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan struktur pergerakan mendatar.

Berita Terkait : Kebakaran Rumah di Kebayoran Lama Tewaskan Satu Orang

Terkait musibah ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari yang akan berakhir pada Minggu (21/7). [HES]