UIN Bandung-Kemenristekdikti Kerja Bareng Tingkatkan Akreditasi SINTA Jurnal Psikologi se-Jabar

Para peserta dan pemateri Workshop Peningkatan Akreditasi SINTA Jurnal Psikologi, Fakultas Psikologi UIN Bandung. (Foto: Humas UIN Bandung)
Klik untuk perbesar
Para peserta dan pemateri Workshop Peningkatan Akreditasi SINTA Jurnal Psikologi, Fakultas Psikologi UIN Bandung. (Foto: Humas UIN Bandung)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Kemenristekdikti menggelar Workshop Peningkatan Akreditasi SINTA Jurnal Psikologi se-Jawa Barat di Auditorium Psikologi Kampus I UIN Bandung. Workshop digelar dua hari, 23-24 Juli 2019. 

Kepala Subdirektorat Fasilitasi Jurnal Ilmiah, Lukman; Postgraduate School of psychology, Ahmad Dahlan University + Asesor Jurnal DIKTI, Triantoro Safaria; dan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Tinton Dwi Atmaja tampil menjadi pembicara dalam workshop ini.

Dekan Psikologi, Agus Abdul Rahman, menjelaskan, sebanyak 49 peserta mengikuti workshop tersebut. Yang merupakan perwakilan setiap perguruan tinggi berjumlah 35 peserta. Yang terdiri atas UKM 2 orang, UNPAD 2 orang, Universitas Al Masoem 1 orang, UNIBI 3 orang, UPI 2 orang, UNISMA Bekasi 2 orang, UNISBA 2 orang, UNTAG 3 Orang UNJANI 3 orang, UBP Karawang 3 orang, UIN Bandung 10 orang, UNS Solo 2 orang. 

"Untuk internal Fakultas Psikologi berjumlah 14 orang yang terdiri reviewer dan editor 9 orang, tim jurnal 5 orang. Jadi jumlah semuanya yang mengikuti workshop ini 49 peserta," terangnya, Rabu (24/7). 

Baca Juga : Kemenhub Minta Thermal Scanner Dipasang Di Stasiun Dan Terminal

Menurut Agus, tujuan diadakannya workshop ini ada dua. Pertama, untuk meningkatkan tata kelola manajemen Open Journal System (OJS). Kedua, untuk meningkatkan kualitas substansi artikel yang diterbitkan. 

Agus menegaskan, workshop ini menjadi sangat penting untuk mendorong peningkatan jumlah jurnal terakreditasi di Sinta. "Mudah-mudahan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas jurnal terakreditasi nasional dan jurnal internasional bereputasi," paparnya. 

Materi workshop yang disampaikan pembicara ada empat. Pertama, strategi pengelolaan jurnal yang berkesinambungan. Kedua, proses standar manajemen Open Journal System (OJS). Ketiga, standar kualitas substansi artikel berkualitas. Keempat, etika publikasi. 

Lukman membahas tentang pengelolaan dan akreditasi jurnal nasional yang merujuk pada Peraturan Menteri RisetTeknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 9 /2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. 

Baca Juga : Supaya Makin Kinclong, Lippo Karawaci  Tunjuk CFO dan CIO dari Perusahaan Fortune 500

Jurnal Ilmiah adalah bentuk pemberitaan atau komunikasi yang memuat karya ilmiah dan diterbitkan berjadwal dalam bentuk elektronik dan/atau tercetak. Akreditasi adalah kegiatan penilaian untuk penjaminan mutu Jurnal Ilmiah melalui kewajaran penyaringan naskah, kelayakan pengelolaan, dan ketepatan waktu penerbitan Jurnal Ilmiah. Akreditasi Jurnal Ilmiah adalah pengakuan resmi atas penjaminan mutu Jurnal Ilmiah. Asesor adalah seorang atau sekelompok orang yang melakukan penilaian atas penjaminan mutu Jurnal Ilmiah. 

“Hadirnya workshop ini sebagai salah satu upaya untuk mendorong percepatan akreditasi nasional dan peningkatan peringkat menuju reputasi internasional sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Kemenristekdikti,” ujarnya.

Yoga Dwi Aryanda menuturkan, Kemristekdikti menartargetkan 7.000 jurnal terakreditasi tercapai. Minimal terakreditasi SINTA. Karena sampai saat ini baru ada sekitar 2.400 jurnal sudah terakreditasi.

SINTA adalah aplikasi yang dibangun Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti untuk memudahkan pendataan dan pemetaan publikasi ilmiah yang dilakukan akademisi dan peneliti di Indonesia. Dalam pedoman publikasi yang diterbitkan Kemenristekdikti tahun 2017, dijelaskan bahwa SINTA merupakan pusat indeks, sitasi, dan kepakaran terbesar di Indonesia berbasis web yang menawarkan akses cepat, mudah, dan komprehensif untuk mengukur unjuk kerja peneliti dan institusi berdasarkan publikasi yang dihasilkan serta kinerja jurnal berdasarkan jumlah artikel dan sitasi yang dihasilkan. 

Baca Juga : Imbas Corona, Bawang Putih Bikin Inflasi Turun 0,28 Persen

SINTA menyediakan benchmark dan analysis, identifikasi kekuatan riset setiap institusi, memperlihatkan kolaborasi penelitian, menganalisis tren penelitian, dan direktori pakar. Konten SINTA berasal dari publikasi akademisi dan peneliti di Indonesia serta jurnal Indonesia yang sudah terbit secara elektronik yang memiliki profil publikasi dan sitasi di pengindeks bereputasi. 

Sistem SINTA dikembangkan untuk mengintegrasikan publikasi dan jurnal yang terbit di Indonesia, sehingga dapat dipetakan kinerja penulis jurnal dan institusi berdasarkan jumlah publikasi dan sitasi yang diperoleh serta peta kepakaran. [USU]